Sentimen Bearish: Demand AS Loyo & Aliran Druzhba Tekan Harga Minyak
Harga minyak anjlok pada hari Kamis (28/8) setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya, tertekan oleh ekspektasi penurunan permintaan bahan bakar AS seiring berakhirnya musim liburan musim panas dan dimulainya kembali pasokan Rusia ke Hongaria dan Slovakia melalui pipa Druzhba.
Harga minyak mentah sempat naik pada hari Rabu setelah data resmi menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 2,4 juta barel pada pekan yang berakhir 22 Agustus, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 1,9 juta barel, sebuah tanda permintaan yang kuat.
Namun, para pelaku pasar minyak melihat libur panjang Hari Buruh AS yang akan datang sebagai akhir tidak resmi dari musim berkendara musim panas, dan awal dari penurunan permintaan bensin di AS.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 19 sen, atau 0,3%, menjadi $67,86 pada pukul 08.20 GMT, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 29 sen, atau 0,5%, menjadi $63,86.
Pasokan minyak mentah Rusia ke Hongaria dan Slovakia melalui pipa Druzhba telah kembali beroperasi setelah gangguan akibat serangan Ukraina di Rusia pekan lalu, ungkap perusahaan minyak Hongaria, MOL, dan menteri ekonomi Slovakia, Kamis.
Para pedagang juga mencermati bagaimana New Delhi menanggapi tekanan dari Washington untuk berhenti membeli minyak Rusia, setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor dari India hingga 50% pada Rabu.
Memberikan sedikit dukungan terhadap harga, Rusia dan Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.
Rusia melancarkan serangan pesawat drone besar-besaran terhadap infrastruktur transportasi energi dan gas di enam wilayah Ukraina semalam, menyebabkan lebih dari 100.000 orang kehilangan aliran listrik, ungkap pejabat Ukraina, Rabu. (Arl)
Sumber: Reuters