• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 August 2025 07:19  |

Harga Minyak Naik Saat Perang Rusia-Ukraina Mengancam Pasokan

Harga minyak stabil  di area $68.04 memasuki sesi Asia pada Selasa (26/08) setelah naik sekitar 2% pada Senin, melanjutkan kenaikan pekan lalu, seiring para pedagang mengantisipasi sanksi AS yang lebih ketat terhadap minyak Rusia dan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia yang dapat mengganggu pasokan.

Kontrak berjangka Brent ditutup naik $1,07, atau 1,58%, ke $68,80, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat $1,14, atau 1,79%, ke $64,80.

AS tengah berupaya menengahi kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung 3,5 tahun. “Ada kesan pembicaraan damai berjalan lambat,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. “Bisa saja ada sanksi terhadap Rusia jika pembicaraan ini tidak berjalan baik.”

Presiden AS Donald Trump kembali mengatakan pada Jumat bahwa ia akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia jika dalam dua minggu tidak ada kemajuan menuju penyelesaian damai di Ukraina. Ia juga menyatakan bisa mengenakan tarif keras kepada India terkait pembelian minyak Rusia. Akhir pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Rusia telah membuat “konsesi signifikan” menuju penyelesaian melalui negosiasi.

Ukraina, yang meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, pada Minggu melancarkan serangan drone yang memicu kebakaran besar di terminal ekspor bahan bakar Ust-Luga, kata pejabat Rusia. Kebakaran di kilang Novoshakhtinsk di Rusia, setelah serangan drone Ukraina, terus menyala hingga hari keempat pada Minggu, menurut penjabat gubernur setempat. Kilang tersebut terutama mengekspor produk dan memiliki kapasitas 5 juta ton per tahun, atau sekitar 100.000 barel per hari.

Dampak pasar dari potensi gangguan pasokan Rusia diimbangi pembalikan serangkaian pemangkasan produksi OPEC+, yang menambah jutaan barel ke pasar, ujar Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank. Delapan anggota kelompok eksportir minyak itu dijadwalkan bertemu pada 7 September, saat mereka diperkirakan menyetujui penambahan lebih lanjut. Selera risiko investor juga meningkat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Jumat memberi sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan September bank sentral AS.

Meski begitu, kedua tolok ukur minyak tampaknya kekurangan momentum, kata Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di pialang Phillip Nova, seraya menambahkan bahwa pasar kian yakin tarif Presiden Trump akan menekan pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya membatasi permintaan bahan bakar.(ayu)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai