Minyak Bangkit Usai Ancaman Tarif Terhadap Pembeli Minyak Rusia
Harga minyak dunia menguat pada Rabu (6/8), bangkit dari posisi terendah dalam lima pekan terakhir, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif terhadap India atas pembelian minyak dari Rusia, memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
Minyak Brent naik 95 sen atau 1,4% menjadi $68,59 per barel pada pukul 09:01 GMT, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) juga naik 92 sen atau 1,4% ke level $66,08 per barel.
Sehari sebelumnya, kedua kontrak tersebut anjlok lebih dari $1, mencatatkan penurunan selama empat sesi berturut-turut.
Ancaman tarif dari Trump memberi dorongan pada harga, meskipun dibayangi oleh keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi mulai September sebesar 547.000 barel per hari, serta potensi kembalinya pasokan minyak Venezuela. Menurut ING, pasar masih bisa menyesuaikan diri jika hanya India yang menghentikan pembelian minyak Rusia, namun risiko meningkat jika negara lain ikut menarik diri.
Dukungan tambahan bagi harga datang dari penurunan stok minyak AS. Data awal dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah turun 4,2 juta barel minggu lalu. Di sisi geopolitik, utusan AS Steve Witkoff tiba di Moskow dalam upaya menitipkan perdamaian sebelum tenggat waktu Trump berakhir dua hari lagi.
Meski prospek konflik Rusia-Ukraina masih belum pasti, analis Roth Capital menilai situasi ini akan menjaga harga minyak tetap tinggi dalam waktu dekat.(yds)
Sumber: Reuters