• Thu, Aug 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 August 2026 10:23  |

Minyak Naik Lima Hari Beruntun, Trump Tingkatkan Tekanan Ekonomi terhadap Iran

Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Kamis (20/8), memperpanjang reli menjadi lima hari berturut-turut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan paket kebijakan baru yang ditujukan untuk meningkatkan tekanan terhadap perekonomian Iran. Berdasarkan harga terbaru yang tersedia, Brent bergerak di sekitar US$91,87 per barel, sementara kontrak WTI Oktober berada di sekitar US$84,53 per barel. Brent sebelumnya ditutup di US$91,62, level tertinggi sejak 24 Juli.

Trump menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “perang ekonomi dan isolasi” terhadap Iran. Washington memperingatkan negara maupun institusi yang membantu aktivitas ekonomi Iran dapat menghadapi konsekuensi ekonomi. Pemerintah AS juga mendorong pembatasan terhadap aktivitas seperti transfer dana, jaringan perdagangan, registrasi kapal, dan sejumlah jalur yang dinilai dapat membantu Iran mempertahankan akses terhadap sistem ekonomi internasional.

Kebijakan tersebut kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Konflik Washington dan Teheran telah membuat harga minyak mengalami kenaikan tajam sepanjang tahun karena pasar memasukkan premi risiko terhadap kemungkinan terganggunya pasokan dari kawasan Teluk. Hingga saat ini, kondisi Hormuz masih belum sepenuhnya normal, sementara jumlah kapal yang melewati kawasan tersebut tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Tekanan ekonomi AS terhadap Iran juga berpotensi memengaruhi negara-negara pembeli minyak Iran, terutama China. Sebagian minyak Iran diketahui masuk melalui jaringan perdagangan yang memanfaatkan diskon akibat sanksi AS. Strategi Washington belakangan bergeser dari tekanan militer menuju tekanan ekonomi yang lebih besar, dengan tujuan mendorong Teheran kembali ke meja perundingan sekaligus mengurangi pengaruh Iran terhadap jalur pelayaran di Hormuz.

Namun, reaksi harga minyak terhadap perkembangan geopolitik mulai lebih terbatas dibandingkan pada awal konflik. Pasar kini lebih memperhatikan kondisi pasokan fisik dibandingkan hanya merespons pernyataan politik. Data terbaru juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat 4,4 juta barel menjadi 428,8 juta barel, memberikan sedikit penyeimbang terhadap kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Meski demikian, risiko geopolitik tetap menjadi penopang utama harga minyak. Uni Emirat Arab sebelumnya menghentikan hubungan ekonomi dan finansial dengan Iran setelah menuduh Teheran melakukan serangan rudal ke wilayahnya. Dengan ketidakpastian di Hormuz yang masih tinggi dan tekanan ekonomi Washington terhadap Iran semakin agresif, pergerakan Brent masih berpotensi sensitif terhadap perkembangan arus kapal, ekspor minyak Iran, serta hubungan politik di kawasan Timur Tengah.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai