Ketegangan Timur Tengah Jaga Brent Dekat $92
Brent crude oil hari ini masih bertahan kuat di area US$91–US$92 per barel, ditopang oleh tingginya risiko geopolitik di Timur Tengah. Fokus utama pasar tetap pada konflik AS–Iran dan ketidakjelasan kondisi Selat Hormuz, sementara memburuknya hubungan Iran dengan Uni Emirat Arab turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Teluk. Kondisi ini membuat premi risiko tetap melekat pada harga Brent.
Namun, kenaikan Brent mulai tertahan karena pasar juga menghadapi faktor bearish dari sisi persediaan. Stok minyak mentah AS secara tak terduga naik 4,4 juta barel menjadi 428,8 juta barel, sehingga mengurangi sebagian kekhawatiran mengenai ketatnya pasokan global. Selama arus tanker melalui Hormuz belum kembali normal, bias fundamental Brent masih cenderung bullish, tetapi potensi kenaikan dapat terbatas jika muncul kemajuan diplomasi AS–Iran atau pasokan fisik kembali membaik.(mrv)
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $91.80
- Buy jika harga bergerak ke $91.85
- Sell jika harga bergerak ke $91.75
Resisten 2: $91.88
Resisten 1: $91.85
Support 1: $91.73
Support 2: $91.70
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id