Harapan Damai Tekan Minyak ke US$85
Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Selasa (28/07) setelah Amerika Serikat dan Iran melanjutkan jeda serangan. Brent turun 1,3% menjadi US$85,22 per barel, sedangkan WTI melemah 1,3% ke US$81,55 per barel.
Penurunan terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan kedua negara sedang melakukan pembicaraan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah. Trump menyebut peluang kemajuan cukup besar dan memilih menahan serangan untuk memberi ruang bagi negosiasi.
Meski demikian, pasar masih berhati-hati karena belum ada kepastian mengenai hasil pembicaraan. Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz juga belum kembali normal, dengan hanya empat kapal tercatat melintas pada Senin.
Iran dan Oman terus berunding untuk membuka kembali pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut sebelumnya mengangkut sekitar seperlima aliran minyak dunia dan menjadi salah satu titik utama dalam konflik.
Tekanan pasokan juga berkurang setelah terminal ekspor minyak utama Kazakhstan kembali melakukan pemuatan. Dua kapal tanker mulai beroperasi di fasilitas Caspian Pipeline Consortium setelah sebelumnya terganggu serangan drone Ukraina.
Harga minyak berpotensi melanjutkan pelemahan apabila negosiasi menghasilkan kesepakatan dan pelayaran kembali normal. Macquarie memperkirakan pasar dapat mengalami surplus hingga 2 juta barel per hari pada kuartal keempat, tetapi konflik baru masih dapat mendorong harga kembali naik.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id