Minyak Stabil Setelah Arus Kapal Hormuz Mulai Pulih
Harga minyak bergerak relatif stabil pada Kamis (18/6) setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kapal tanker yang membawa lebih dari 12 juta barel minyak telah melintasi Selat Hormuz dalam semalam. Menurut Vance, jumlah tersebut merupakan level tertinggi sejak konflik Iran dimulai, meski angka itu belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Minyak Brent naik 30 sen dan ditutup di $79,85 per barel, sementara WTI turun 19 sen ke $76,60 per barel. Harga minyak masih turun lebih dari 11% sejak AS dan Iran mengumumkan kesepakatan pada Minggu untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur energi utama tersebut.
Presiden AS Donald Trump telah menandatangani kesepakatan itu bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu. Dalam kesepakatan tersebut, Iran harus mengizinkan kapal melintasi Hormuz tanpa biaya selama 60 hari, sementara AS wajib mencabut blokade lautnya.
Sebelum perang Iran, sekitar 14 juta barel per hari minyak dan 6 juta barel per hari produk olahan melewati Hormuz. Karena itu, pemulihan lalu lintas di selat tersebut menjadi indikator penting bagi pasar energi global dan ekspektasi pasokan.
Vance juga mengatakan Iran tidak menembaki kapal di Selat Hormuz selama dua malam berturut-turut, yang dinilai sebagai tanda awal bahwa Teheran menjalankan komitmennya.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada apakah volume kapal dapat kembali mendekati level sebelum perang dan apakah kesepakatan AS-Iran mampu bertahan selama periode negosiasi 60 hari.(yds)
Sumber: Newsmaker.id