Minyak Turun ke Level Awal Perang Iran
Harga minyak turun 2% pada Kamis (17/6) ke level terendah sejak hari perdagangan pertama perang Iran. Tekanan muncul setelah kesepakatan sementara AS-Iran membuka peluang berakhirnya perang, pemulihan Selat Hormuz, dan pelonggaran sanksi terhadap Teheran.
Brent melemah $1,59 atau 2% ke $77,96 per barel pada 08.11 GMT, sementara WTI turun $1,83 atau 2,38% ke $74,96 per barel. Brent menyentuh level terendah sejak 2 Maret, sedangkan WTI berada di level terendah sejak 4 Maret.
Kesepakatan 14 poin tersebut memulai periode negosiasi selama 60 hari. Dalam periode itu, Iran akan mengizinkan kapal melintas tanpa biaya melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas global. Kesepakatan juga menargetkan lalu lintas di selat tersebut kembali ke kapasitas penuh dalam 30 hari.
Namun, sejumlah isu besar masih ditunda, termasuk program nuklir Iran dan rencana pendanaan pemulihan Iran senilai $300 miliar oleh AS dan mitranya. Karena itu, pelaku pasar masih menilai pemulihan arus energi akan berlangsung bertahap, bukan langsung kembali normal.
Goldman Sachs memperkirakan ekspor Teluk dapat kembali ke level sebelum perang pada akhir Juli, sementara produksi minyak pulih pada Oktober. IMF juga menilai harga minyak kemungkinan turun secara bertahap, tetapi tidak jatuh tajam karena negara-negara masih perlu mengisi ulang cadangan dan aktivitas pelayaran membutuhkan waktu untuk normal.
Tekanan tambahan datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini untuk menahan inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan permintaan minyak. Fokus pasar berikutnya tertuju pada implementasi pembukaan Hormuz, negosiasi AS-Iran, dan arah kebijakan The Fed. (arl)
Sumber : Newsmaker.id