• Fri, Jun 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 June 2026 15:49  |

Oil Cenderung Stabil di Awal Sesi Eropa dan Harapan Kesepakatan Serta Proyeksi IEA

Harga minyak bergerak stabil pada Rabu pagi, mendekati level terendah dalam tiga bulan, saat investor menimbang dampak kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran serta peringatan International Energy Agency (IEA) mengenai potensi kelebihan pasokan global pada 2027. Brent pada Rabu, (17/06) diperdagangkan di $78,98 per barel, sementara West Texas Intermediate berada di $76,08 per barel.

Pada Selasa, kedua acuan minyak ini sempat turun sekitar lima persen karena optimisme bahwa kesepakatan AS-Iran akan memungkinkan minyak mengalir kembali melalui Selat Hormuz yang krusial. Analis PVM Oil, Tamas Varga, menyatakan bahwa dibukanya kembali Selat Hormuz secara bertahap akan memengaruhi keseimbangan pasokan minyak secara signifikan.

IEA memperkirakan pada 2027 pasokan global akan meningkat sekitar delapan juta barel per hari, sementara permintaan hanya naik dua juta barel per hari. Meski demikian, dalam jangka pendek, kesepakatan AS-Iran memberikan peluang untuk mengisi kembali persediaan yang menipis atau membangun cadangan strategis baru.

Kesepakatan interim ini, yang belum dirilis secara publik, memperpanjang gencatan senjata yang disepakati pada April selama 60 hari tambahan, memberi ruang bagi pembicaraan menuju gencatan permanen. Namun, sejumlah analis menyatakan bahwa pemulihan penuh produksi dan kapasitas kilang kemungkinan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Ketegangan regional tetap ada, dengan Israel menjauh dari gencatan senjata April dan kesepakatan terbaru AS-Iran. Insiden drone Israel di Lebanon selatan menewaskan beberapa orang dan memicu kritik publik dari Presiden Donald Trump.

Dampak kesepakatan ini mulai terlihat pada perkiraan harga. Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga Brent untuk kuartal keempat 2026 menjadi $80 per barel dari sebelumnya $90 per barel, mengingat risiko kenaikan harga yang lebih rendah.

Sementara itu, data menunjukkan throughput minyak mentah China turun 9,1% pada Mei dibanding tahun sebelumnya, menandakan bahwa kilang mulai menarik persediaan akibat konflik Iran. Di AS, laporan American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah turun 8,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 12 Juni, melebihi ekspektasi penarikan 4,6 juta barel, dengan data resmi EIA dijadwalkan keluar pukul 10:30 ET. (asd)

Sumber: Newsmaker.id 

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai