Minyak Bertahan Dekat Level Terendah Tiga Bulan Imbas Prospek Pasokan Iran
Harga minyak bertahan di dekat level terendah tiga bulan setelah pasar menilai kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat mendorong tambahan pasokan ke pasar global. West Texas Intermediate diperdagangkan di bawah $77 per barel setelah turun 16% dalam empat sesi, penurunan beruntun terpanjang tahun ini. Brent ditutup di dekat $79 per barel.
Kesepakatan sementara yang dijadwalkan ditandatangani pada Jumat memberi Iran sejumlah insentif keuangan, termasuk hak untuk segera menjual minyaknya. Prospek tersebut menekan harga karena pasar mulai memasukkan kemungkinan kembalinya ekspor Iran dan pemulihan arus energi melalui jalur penting Hormuz.
Harga crude telah melemah tajam dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya harapan bahwa perang antara Washington dan Teheran dapat berakhir. Namun, produsen, perusahaan pelayaran, dan pedagang masih menilai apakah kesepakatan tersebut cukup bertahan lama, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan agar transit kapal melalui Hormuz kembali normal.
Dennis Kissler dari BOK Financial Securities mengatakan sebagian besar trader masih memperkirakan operasi Angkatan Laut AS akan melakukan pengawalan dalam beberapa pekan pertama, sementara kapal penyapu ranjau juga kemungkinan tetap hadir. Kondisi itu dapat memperlambat arus lalu lintas, meski pasar berjangka mulai menilai peluang pergerakan minyak kembali meningkat.
Rancangan memorandum 14 poin memberi gambaran lebih jelas mengenai arah kesepakatan, meski detail teknis masih diselesaikan dan sebagian bahasa dokumen dapat berubah. Kesepakatan itu akan membuka jalan bagi 60 hari pembicaraan untuk mengakhiri perang secara formal dan menetapkan pembatasan baru yang ketat terhadap program nuklir Iran.
Beberapa poin utama mencakup kewajiban Teheran untuk menjamin pergerakan kapal dagang dan komitmen AS untuk mencabut blokadenya di Hormuz. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia itu pada masa damai biasa dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.
Washington juga berkomitmen menerbitkan waiver untuk ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia, dan turunannya, termasuk layanan terkait seperti perbankan, asuransi, dan transportasi. Secara fundamental, pelonggaran ini dapat memperbesar ekspektasi pasokan, menekan premi risiko energi, dan mengurangi tekanan inflasi dari sisi harga minyak.
Meski prospek pasokan meningkat, persediaan minyak masih turun cepat. Kelompok industri AS memperkirakan stok minyak AS merosot 8,3 juta barel pekan lalu, termasuk penurunan besar di hub utama Cushing, Oklahoma. Data resmi dijadwalkan dirilis pada Rabu dan akan menjadi indikator penting untuk mengukur keseimbangan pasokan jangka pendek.
Pada pukul 06.47 waktu Singapura, WTI kontrak Juli naik 0,8% ke $76,65 per barel. Brent kontrak Agustus sebelumnya ditutup turun 5,1% ke $78,96 per barel pada Selasa. Fokus pasar berikutnya tertuju pada penandatanganan kesepakatan Jumat, mekanisme pembukaan Hormuz, kecepatan kembalinya ekspor Iran, dan data stok minyak resmi AS.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id