• Tue, Apr 28, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 April 2026 11:25  |

Minyak Naik Hari Ketujuh saat Hormuz Belum Normal

Harga minyak melanjutkan reli terpanjang dalam sebulan, sementara pasar saham bergerak cenderung datar karena belum ada kemajuan berarti dalam pemulihan arus di Selat Hormuz. Brent spot naik 1% ke atas $109 per barel, menjadi level tertinggi dalam tiga pekan dan memperpanjang kenaikan ke hari ketujuh.

Gedung Putih menyatakan pejabat AS sedang membahas proposal terbaru Iran, namun tetap mempertahankan “garis merah” dalam kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang yang memasuki pekan kedelapan. Ketidakpastian arah diplomasi membuat pasar tetap sensitif terhadap headline, terutama karena status arus energi dinilai belum pulih.

Kenaikan energi ikut memengaruhi pasar obligasi. Imbal hasil US Treasury 10-tahun naik 1 bps ke 4,34%, sementara obligasi pemerintah Jepang bertenor serupa juga melemah. Di Jepang, yen menguat 0,2% setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga dalam keputusan terbelah 6-3, menambah perhatian investor pada arah kebijakan global.

Di ekuitas, minyak yang tinggi dan agenda risiko besar pekan ini menahan minat risiko. MSCI Asia Pacific nyaris tidak berubah, bertahan dekat level saat perang AS–Israel melawan Iran dimulai akhir Februari. Saham teknologi tampil lebih baik, dengan Korea Selatan naik 1,1% dan disebut menyalip Inggris sebagai pasar saham terbesar kedelapan di dunia.

Investor kini menunggu keputusan kebijakan bank sentral dan laporan laba emiten teknologi untuk menguji apakah reli saham dapat bertahan. Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1%, sementara indeks semikonduktor utama terkoreksi setelah reli rekor. Di aset lain, emas turun 0,2% ke sekitar $4.675 dan Bitcoin diperdagangkan di sekitar $76.700.

Pekan ini juga memuat keputusan suku bunga dari The Fed, ECB, serta bank sentral di Inggris dan Kanada. Meski konsensus memperkirakan suku bunga ditahan, pasar akan mencermati apakah pejabat seperti Jerome Powell dan Christine Lagarde menekankan risiko inflasi dari gangguan pasokan minyak. Nada “wait-and-see” masih diperkirakan dominan, namun pasar menilai penilaian bank sentral terhadap dampak shock energi dapat menjadi penentu sentimen berikutnya.

5 poin inti:

- Brent naik 1% dan menembus $109, memperpanjang reli ke hari ketujuh dan tertinggi tiga pekan.

- Hormuz belum normal; AS menimbang proposal Iran tetapi tetap pada “garis merah”, menjaga pasar headline-driven.

- Yield AS 10-tahun naik ke 4,34%; JGB melemah, yen menguat 0,2% usai BOJ hold 6-3.

- MSCI Asia Pacific nyaris datar; saham teknologi relatif kuat, Korea Selatan naik 1,1%.

- Fokus pekan ini: keputusan The Fed/ECB/BoE/BoC dan earnings big tech; emas turun ke sekitar $4.675.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai