Minyak Stabil Pasca Trump Tunda Serangan Energi Iran
Harga minyak bergerak stabil pasca Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran, memberi jeda jangka pendek bagi pasar namun memperpanjang ketidakpastian arah perang hingga April.
Minyak Brent acuan global diperdagangkan sedikit di bawah $108 per barel setelah menghapus penurunan awal, sementara WTI bertahan di sekitar $94.
Trump mengatakan Iran meminta jeda tujuh hari, tetapi ia memutuskan memberi 10 hari, sehingga tenggat baru jatuh pada 6 April.
Penundaan ini membuka ruang tambahan untuk diplomasi sekaligus memungkinkan AS memperkuat kekuatan militernya di Kawasan tersebut. Sejumlah laporan menyebut penumpukan kekuatan telah mencakup Marine Expeditionary Units dan pasukan Divisi Lintas Udara ke-82, sementara Pentagon disebut menimbang opsi tambahan pasukan darat. Bagi pasar, kombinasi “waktu tambahan untuk pembicaraan” dan risiko eskalasi militer menciptakan dua arus yang saling menahan, sehingga harga cenderung bertahan tinggi namun fluktuatif.
Minyak brent berada di jalur kenaikan bulanan yang sangat tajam pada Maret setelah perang AS-Israel-Iran mengguncang kawasan kaya energi dan memperketat pasokan, terutama karena penutupan hampir total Selat Hormuz yang membatasi arus energi penting bagi ekonomi global. ING menilai penundaan Trump mengurangi tekanan jangka pendek, tetapi risiko tetap condong ke atas karena sekitar 8 juta barel per hari pasokan sudah offline dan volume besar arus di Teluk Persia masih rentan. Macquarie menambahkan skenario konflik lebih lama dapat memicu risiko harga jauh lebih tinggi, seiring premi geopolitik sulit cepat menghilang.
Di sisi diplomasi, CNN melaporkan pemerintahan Trump berupaya mengatur pertemuan di Pakistan akhir pekan ini untuk membahas “off-ramp,” sementara Financial Times menyebut UEA menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam gugus tugas maritim multinasional untuk membuka kembali Hormuz. Tasnim melaporkan Iran menunggu respons setelah menolak rencana 15 poin AS dan mengajukan syaratnya sendiri, termasuk pengakuan otoritas Teheran atas Hormuz.
Pasar akan memantau sinyal konkret pembukaan jalur pelayaran, perubahan intensitas serangan di lapangan, serta respons negara-negara Teluk terhadap rencana pengamanan jalur laut.(yds)
Sumber: newsmaker.id