Emas Turun Lagi, Trump Ancam Eskalasi ke Iran
Harga emas melemah pada Kamis (26/3) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam peningkatan aksi militer terhadap Iran menyusul penolakan Teheran atas dorongan pembicaraan damai.
Emas sempat turun hingga 2,1% dan menembus di bawah US$4.420/oz sebelum memangkas sebagian pelemahan. Iran melalui media pemerintah menyebut pihaknya menuntut jaminan tertentu untuk mengakhiri konflik, termasuk komitmen bahwa AS dan Israel tidak akan melanjutkan serangan.
Sejak perang dimulai hampir sebulan lalu, emas turun lebih dari 15% dan pergerakannya cenderung searah saham serta berlawanan dengan minyak. Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan membuat pasar menilai bank sentral bisa menahan suku bunga lebih lama atau bahkan mengetatkan, yang menjadi beban bagi emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Namun risiko pelemahan ekonomi AS akibat perang berkepanjangan dinilai dapat menahan ruang pengetatan agresif, seiring Wall Street memangkas proyeksi pertumbuhan sambil menaikkan perkiraan inflasi dan pengangguran.
Minyak ikut menguat setelah peringatan Trump, memperkuat kanal inflasi energi. Iran juga disebut mulai menyusun rancangan aturan untuk memungut biaya bagi kapal yang meminta jalur aman di Selat Hormuz—titik kritis pasokan energi global—yang secara efektif masih tertutup sejak perang pecah.
Pada 09:36 di New York, emas spot turun 1,5% ke US$4.437,18/oz. Perak jatuh 4,1% ke US$68,28, sementara platinum dan paladium ikut melemah; indeks dolar Bloomberg menguat tipis.(yds)
Sumber: Newsmaker.id