Emas Pangkas Pelemahan setelah Trump Perpanjang Tenggat Pembicaraan
Harga emas memangkas sebagian penurunan setelah Presiden AS Donald Trump kembali menggeser tenggat waktu untuk mengamankan kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri perang di Timur Tengah. Pergerakan ini terjadi setelah pasar diguncang ketidakpastian terkait peluang gencatan senjata.
Emas berada di kisaran $4.400/oz pada awal perdagangan, setelah sempat jatuh hampir 3% pada sesi sebelumnya seiring meningkatnya keraguan terhadap potensi kesepakatan ceasefire. Trump berjanji menahan diri dari serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari tambahan, memberi jeda singkat bagi pasar yang tertekan hampir sebulan oleh konflik. Sejalan dengan itu, harga minyak melemah, ikut membantu meredakan kekhawatiran inflasi.
Sejak perang dimulai hampir sebulan lalu, emas telah turun hampir 17%, bergerak cenderung searah dengan saham dan berlawanan arah dengan minyak. Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan mendorong investor memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga atau bahkan menaikkannya—kondisi yang menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan tambahan datang dari sisi aliran bank sentral. Bank sentral Turki dilaporkan menjual dan melakukan swap sekitar 60 ton emas (senilai lebih dari $8 miliar) selama dua pekan pertama perang, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut. Padahal, pembelian agresif bank sentral selama beberapa tahun terakhir merupakan salah satu pilar utama reli emas.
Pada pembaruan terakhir, emas spot naik 0,8% ke $4.411,56/oz pada 06:43 waktu Singapura. Perak menguat 1,4% ke $69,01, sementara platinum dan palladium juga naik. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1% setelah pada sesi sebelumnya ditutup naik 0,4%.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id