• Tue, Mar 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 March 2026 08:03  |

Minyak Stabil Usai Anjlok 11%, Trump Tunda Serangan Iran

Harga minyak relatif stabil setelah anjlok sekitar 11% pada Senin, seiring Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Brent bergerak kembali mendekati US$102 per barel dan WTI di sekitar US$91, setelah sesi yang sangat bergejolak dan dipicu perubahan cepat narasi geopolitik.

Trump mengatakan akan menunda serangan selama lima hari dan mengklaim ada pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik. Namun Teheran membantah adanya negosiasi, sementara Israel masih melanjutkan serangan, membuat pasar tetap menilai risiko eskalasi belum hilang meski tensi sempat mereda.

Kekhawatiran lain datang dari potensi konflik meluas ke negara lain. Wall Street Journal melaporkan sekutu AS di Teluk Persia mulai bergerak untuk berkontribusi, termasuk Arab Saudi yang disebut mendekati keputusan untuk ikut serangan, menurut sumber yang dikutip media tersebut. Skenario perluasan ini berisiko menghidupkan kembali premi risiko energi setelah koreksi tajam.

Secara fundamental, minyak tetap ditopang oleh gangguan pasokan akibat Selat Hormuz yang hampir sepenuhnya terhenti, memaksa produsen Teluk memangkas jutaan barel produksi harian. Brent sudah naik hampir 40% sepanjang bulan ini, sementara produk seperti diesel dan avtur menguat lebih tajam daripada minyak mentah, menekan konsumen dan meningkatkan sensitivitas pemerintah terhadap inflasi energi.

Meski arus kapal masih sangat terbatas, ada tanda awal pergerakan: sebagian kecil kapal berhasil keluar dari Teluk, termasuk terpantau supertanker pertama yang mengangkut minyak Irak melalui selat sejak hampir ditutup. Namun RBC Capital Markets menekankan bahwa pasar fisik akan lebih percaya pada “kapal yang benar-benar melintas” ketimbang pernyataan, karena IRGC masih dipandang memegang kendali efektif atas Hormuz.

Trump juga mengaitkan diplomasi dengan harga minyak, mengatakan harga akan turun tajam jika kesepakatan tercapai, dan menyebut kemungkinan pengelolaan Hormuz bersama dengan Iran “jika berhasil”. Di tengah arus headline yang saling bertentangan, investor mulai lelah; beberapa pergerakan terbesar dalam sejarah Brent terjadi sejak konflik dimulai, dan volatilitas diperkirakan tetap tinggi sampai ada bukti nyata normalisasi pelayaran serta arah diplomasi yang lebih jelas. (asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com NM23 Ai