Iran Bantah Jalur Damai, Dolar Rebound
Dolar AS menguat terhadap mata uang utama setelah seorang pejabat parlemen Iran menepis peluang negosiasi dengan Presiden AS Donald Trump, mengembalikan pasar ke mode hati-hati di tengah konflik yang belum mereda. Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2%, sementara imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 2 bps ke 4,37%, menandakan permintaan dolar kembali meningkat seiring kenaikan risiko geopolitik.
Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad, dikutip media semi-resmi Fars, mengatakan Iran tidak akan mengembalikan Selat Hormuz ke kondisi sebelumnya dan menolak bernegosiasi dengan Trump. Pernyataan ini muncul setelah Trump pada Senin mengatakan AS akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran, menyusul apa yang ia sebut “pembicaraan produktif” dengan Teheran.
Namun ketidaksinkronan narasi memperkuat ketidakpastian. Pasar menilai klaim pembicaraan sulit diverifikasi karena ada bantahan dari pihak Iran, sehingga pelaku pasar cenderung mengurangi posisi besar hingga ada kejelasan tentang jalur diplomasi dan kondisi nyata di lapangan.
ANZ menilai pasar akan tetap berhati-hati karena masih belum jelas apakah pembicaraan benar-benar berlangsung. Selain itu, volatilitas yang dipicu perubahan pernyataan mendadak—termasuk unggahan media sosial—membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi ekstrem sebelum ada konfirmasi yang lebih kuat.
Tolok ukur yang paling “terlihat” bagi pasar tetap pada kondisi fisik: meningkatnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz tanpa insiden. Selama arus pelayaran belum pulih normal, premi risiko energi dan permintaan aset safe-haven cenderung bertahan.
Di pasar valas, pelemahan sentimen risiko terlihat pada mata uang ber-beta tinggi. AUD/USD turun 0,3% ke 0,6987. USD/JPY naik 0,1% ke 158,57. EUR/USD turun 0,2% ke 1,1590, dan GBP/USD turun 0,2% ke 1,3399. (asd)
Sumber : Newsmaker.id