• Tue, Mar 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 March 2026 02:59  |

Harga Minyak Anjlok 11% usai Sinyal Pembicaraan AS–Iran untuk Akhiri Perang

Harga minyak jatuh tajam sekitar 11% pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan menunda selama lima hari rencana serangan militer terhadap pembangkit listrik Iran, sambil menyebut adanya pembicaraan konstruktif untuk menyelesaikan permusuhan di Timur Tengah. Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam sebelum tenggat yang sebelumnya dikhawatirkan dapat memicu eskalasi baru dalam perang yang telah memasuki pekan keempat.

Kontrak berjangka Brent turun $12,25 atau 10,9% dan ditutup di $99,94 per barel, sementara WTI jatuh $10,10 atau 10,3% dan settle di $88,13 per barel. Pergerakan ekstrem dalam beberapa pekan terakhir—termasuk Brent yang pada Jumat ditutup di level tertinggi sejak Juli 2022—mendorong volatilitas 30-hari (historical/actual) kedua benchmark ke level tertinggi sejak April 2022.

Produk energi AS juga ikut terpukul. Kontrak berjangka bensin dan diesel turun sekitar 10% pada Senin, setelah sebelumnya menutup pekan lalu di level tertinggi sejak 2022. Koreksi ini mencerminkan pasar yang “mengembalikan” sebagian premi risiko pasokan setelah sinyal de-eskalasi muncul.

Trump mengatakan pada Senin bahwa telah terjadi pembicaraan antara AS dan Iran dalam satu hari terakhir, di mana kedua pihak disebut memiliki “poin-poin kesepakatan utama.” Trump menambahkan kesepakatan bisa tercapai dalam waktu dekat untuk mengakhiri perang.

Meski begitu, harga minyak sempat jatuh lebih dalam—hampir 15% secara intraday—sebelum memangkas sebagian kerugian setelah Iran melancarkan serangan baru ke Israel dan lokasi lain di Timur Tengah, serta membantah bahwa Teheran sedang bernegosiasi dengan AS. Bantahan Iran tersebut menunjukkan bahwa pergerakan minyak tetap sangat “headline-driven” dan rawan berubah cepat.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan akan menyerang pembangkit listrik Israel dan fasilitas yang memasok pangkalan AS di wilayah Teluk jika AS benar-benar menjalankan ancaman Trump untuk “menghancurkan” jaringan listrik Iran. Ancaman balasan ini menjadi pengingat bahwa meski pasar merespons sinyal de-eskalasi, risiko eskalasi ulang masih nyata.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com NM23 Ai