Trump Kasih Ultimatum Iran, Minyak Makin Panas
Harga minyak bergerak stabil mendekati level tertinggi dalam enam bulan, setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Iran punya waktu “maksimal” sekitar 10–15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir. Pernyataan itu membuat pasar kembali menghitung risiko konflik dan gangguan pasokan.
Brent bertahan di sekitar US$72 per barel setelah melesat lebih dari 6% dalam dua sesi sebelumnya, sementara WTI berada di sekitar US$67 per barel. Peningkatan cepat ini menandakan pasar mulai memasang “premi risiko” lebih besar untuk kawasan Timur Tengah.
Di sisi geopolitik, AS melaporkan melakukan pengerahan kekuatan besar di Timur Tengah—disebut sebagai yang terbesar sejak 2003. Pada saat yang sama, muncul laporan bahwa Trump juga mempertimbangkan opsi serangan terbatas lebih awal untuk menekan Teheran kembali ke meja negosiasi.
Namun, risiko yang paling ditakuti pasar bukan hanya soal negosiasi buntu, melainkan skenario kalau Iran sampai mengganggu atau memblokade Selat Hormuz jalur vital ekspor energi dari negara-negara Teluk. Gangguan di titik ini bisa langsung memperketat pasokan global.
Sinyal “pasokan ketat” juga terlihat dari pergerakan struktur pasar: spread Brent (selisih harga kontrak dekat vs jauh) semakin mengarahkan ke kondisi ketat dalam jangka pendek. Artinya, pelaku pasar rela membayar lebih mahal untuk pasokan yang cepat tersedia dibandingkan pengiriman lebih jauh.
Dari sisi fundamental AS, dorongan bullish juga datang dari data persediaan: stok minyak mentah AS turun sekitar 9 juta barel, penurunan terbesar sejak awal September menurut EIA. Stok produk minyak juga turun, ikut menambah sentimen bahwa pasokan jangka pendek sedang mengetat.
5 inti di bawahnya (poin utama)
- Trump memberi tenggat waktu 10–15 hari untuk kesepakatan nuklir Iran - pasar semakin sensitif terhadap berita utama geopolitik.
- Brent -US$72 & WTI -US$67 bertahan dekat puncak 6 bulan setelah reli tajam dua hari.
- Risiko terbesar : Selat Hormuz (jalur krusial ekspor energi) jika sampai gangguan.
- Struktur pasar mengencang (indikasi pasokan mendekati lebih ketat) melalui pergerakan menyebar.
- Stok minyak AS turun -9 juta barel (EIA) ikut memperkuat sentimen bullish jangka pendek.(asd)
Sumber : Newsmaker.id