• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 February 2026 03:42  |

Minyak Menguat Tipis, Pasar Menimbang Arah Perundingan Nuklir AS–Iran

Harga minyak bergerak naik tipis setelah sesi perdagangan yang bergejolak, ketika investor menilai perkembangan terbaru perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap setiap headline, membuat pasar mudah berubah arah dalam waktu singkat.

West Texas Intermediate (WTI) ditutup di atas $63 per barel, dengan pasar bereaksi tajam setelah Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut pembicaraan sebagai “awal yang baik.” Namun, sentimen tetap campur-aduk karena Wall Street Journal melaporkan Teheran masih menolak menghentikan pengayaan bahan bakar nuklir—isu yang menjadi ganjalan utama bagi AS.

Ketegangan di Timur Tengah—wilayah yang memasok sekitar sepertiga minyak mentah dunia—sebelumnya menambah premi risiko pada harga minyak acuan. Di saat yang sama, trader juga harus menimbang faktor fundamental: kekhawatiran pasar tentang potensi oversupply yang membuat ruang kenaikan harga tidak sepenuhnya leluasa.

Meski menguat tipis, kontrak minyak di New York mencatat penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember, seiring pembicaraan AS–Iran dianggap membantu meredakan ketakutan pasar akan konflik yang lebih luas di kawasan.

Harga juga mendapat dorongan tambahan setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS membaik secara tak terduga ke level tertinggi enam bulan, meredakan sebagian kekhawatiran soal perlambatan ekonomi yang bisa mengganggu prospek permintaan minyak.

Di sisi geopolitik lain, pasar memantau negosiasi trilateral yang melibatkan AS, di mana Ukraina dan Rusia sepakat melakukan pertukaran tahanan untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Utusan khusus Trump menyebut pembicaraan menunjukkan kemajuan, dengan hasil yang diharapkan muncul “dalam beberapa minggu ke depan.”

 

Sementara itu, Arab Saudi memangkas harga untuk pembeli Asia lebih kecil dari perkiraan, sinyal yang dibaca sebagai keyakinan Riyadh terhadap permintaan. Meski begitu, level harga jual tetap turun ke posisi terendah sejak akhir 2020.

Harga penutupan:

WTI Maret naik 0,4% dan ditutup di $63,55 per barel (New York).

Brent April naik 0,7% dan ditutup di $68,05 per barel.

Sumber: Bloomberg.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai