Minyak Melayang di Sekitar Level Tertinggi Empat Bulan Terakhir.
Harga minyak menyentuh level tertinggi sejak akhir September pada Rabu, ditopang gangguan pasokan akibat badai musim dingin di AS, ditambah dolar AS yang melemah dan gangguan produksi yang masih berlanjut di Kazakhstan. Pada 14:03 GMT, Brent naik sekitar 1,4% ke $68,49/barel, sementara WTI menguat 1,7% ke $63,43/barel. Keduanya juga berada di jalur kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2023—Brent diperkirakan naik sekitar 12% dan WTI sekitar 10%.
Pelemahan dolar jadi “bensin” tambahan: greenback bertahan dekat level terendah empat tahun, membuat komoditas berdenominasi dolar (termasuk minyak) terasa lebih murah bagi pembeli global. Pasar juga menunggu keputusan Federal Reserve yang dijadwalkan keluar pukul 19:00 GMT, dengan ekspektasi suku bunga tetap.
Dari sisi pasokan, ekspor minyak mentah dari pelabuhan Gulf Coast AS sempat jatuh ke nol pada Minggu sebelum pulih lagi pada Senin, setelah badai besar menerjang dan mengganggu infrastruktur energi. Gangguan di Kazakhstan juga masih menopang harga, sementara jalur ekspor CPC disebut sudah kembali ke kapasitas muat penuh di terminal Laut Hitam usai perawatan.
Pelaku pasar juga memantau arah kebijakan produsen besar. Delegasi menyebut OPEC+ diperkirakan mempertahankan jeda kenaikan produksi untuk Maret dalam rapat 1 Februari. Di sisi lain, AS disebut sedang menyiapkan lisensi umum yang bisa melonggarkan sebagian sanksi sektor energi Venezuela—potensi faktor yang bisa menahan kenaikan harga jika pasokan tambahan masuk.(yds)
Sumber: Reuters.com