Ketegangan Iran Reda Minyak Terkoreksi Trump Buka Babak Baru
Harga minyak turun tipis saat ketegangan terkait Iran mulai mereda, sementara pelaku pasar menimbang dampak manuver Presiden AS Donald Trump yang kembali memanaskan isu Greenland. Brent sempat turun ke bawah $64 per barel, mencerminkan pasar yang mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sempat mengangkat harga pekan lalu.
Sepanjang akhir pekan, tidak ada eskalasi besar yang benar-benar mengarah pada gangguan pasokan dari Iran—hal yang sebelumnya paling ditakutkan trader. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk pertama kalinya mengakui bahwa beberapa ribu orang tewas dalam demonstrasi anti-pemerintah bulan ini. Meski ia menuduh AS dan Israel ikut berperan, ia juga menegaskan Iran tidak berniat menyeret situasi ke arah perang.
Di saat yang sama, perhatian pasar global tersedot ke Eropa setelah Trump mengumumkan ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa terkait Greenland. Sentimen risiko pun melemah: saham-saham Eropa tertekan, sementara emas dan perak justru mencetak rekor karena investor beralih ke aset aman.
Secara fundamental, minyak sudah berada di bawah tekanan dalam beberapa kuartal terakhir karena kekhawatiran pasokan melebihi permintaan. Badan Energi Internasional memperkirakan potensi kelebihan pasokan lebih dari 3,8 juta barel per hari tahun ini. Namun risiko gangguan suplai tetap ada: produsen minyak terbesar Kazakhstan dilaporkan sempat menutup sementara produksi di ladang Tengiz dan Korolev sebagai langkah pencegahan setelah dua kebakaran di pembangkit listrik. Di sisi pasar fisik, timespread Brent (selisih kontrak terdekat vs bulan berikutnya) juga melebar hampir dua kali lipat sejak awal tahun menjadi sekitar 70 sen per barel, memberi sinyal pasar jangka pendek masih terasa ketat.
“Meskipun ada tekanan pada harga tetap, selisih harga Brent ICE jangka pendek tetap kuat, menunjukkan beberapa ketatnya pasar fisik spot,” tulis ING Groep NV dalam catatannya. Volume perdagangan juga diperkirakan lebih sepi karena pasar AS libur.
Untuk pergerakan terbaru, Brent pengiriman Maret turun 0,8% ke $63,64 per barel pada pukul 11:16 di London. Sementara WTI pengiriman Februari turun 0,8% ke $58,94 per barel.(alg)
Sumber: Newsmaker.id