Premi Risiko Mulai Luntur, Minyak Rebound
Harga minyak bergerak menguat menjelang akhir pekan setelah sesi sebelumnya terpukul tajam. Pada perdagangan hari Jumat (16/1), Brent berada di kisaran $63,5–$64 per barel, sementara WTI bertahan di area $59 per barel — pasar mencoba “napas” setelah aksi jual besar sehari sebelumnya.
Sentimen membaik karena peluang serangan cepat AS ke Iran dinilai menurun. Laporan menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu meminta Presiden Donald Trump menunda rencana serangan, yang otomatis mengurangi risiko gangguan suplai maupun jalur pengiriman di kawasan.
Meski begitu, pasar belum sepenuhnya “risk-off selesai”. AS disebut tetap memperkuat postur militernya di Timur Tengah—membuat volatilitas masih rawan muncul kapan saja jika headline geopolitik berubah arah.
Dari sisi fundamental, minyak masih berada dalam fase tarik-menarik: risiko geopolitik sempat menambah premi harga sejak awal pekan, tetapi ketika tensi mereda, premi itu pelan-pelan menguap dan fokus kembali ke isu pasokan global yang longgar. Di AS, tekanan harga juga mulai terasa ke produsen shale—Harold Hamm dikabarkan bisa menahan aktivitas pengeboran di Bakken ketika harga tidak menarik. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id