Iran vs Pasokan Global: Minyak Lanjutkan Kenaikan
Harga minyak melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (13/1) dan mencatat kenaikan sesi keempat beruntun. Brent kini bergerak di sekitar $64,29 per barel, sementara WTI berada di kisaran $59,89 per barel, seiring pasar kembali memasang “premi risiko” karena potensi gangguan pasokan dari Iran.
Pemicu utamanya datang dari Iran yang dilanda protes besar. Situasi ini makin memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menerapkan tarif 25% untuk negara mana pun yang masih “berbisnis” dengan Iran. Ancaman ini membuat trader melihat peluang pasokan Iran bisa makin terganggu—baik karena ketegangan geopolitik naik, maupun karena tekanan ekonomi ke Teheran makin kuat.
Tapi pasar juga sadar, langkah tersebut punya efek samping besar: potensi gesekan dagang dengan China, yang dikenal sebagai pembeli utama minyak Iran. Karena ketidakpastian detail kebijakan masih tinggi, sebagian pelaku pasar memilih “hedging” dulu—mengantisipasi lonjakan harga mendadak jika situasi Iran berkembang menjadi gangguan pasokan yang lebih nyata.
Di luar Timur Tengah, risiko pasokan juga datang dari jalur lain. Infrastruktur energi di wilayah Rusia dan jalur ekspor terkait konflik Ukraina menambah kekhawatiran, sementara arus dari Kazakhstan disebut berpotensi tersendat lewat terminal CPC. Di saat yang sama, potensi tambahan pasokan dari Venezuela (setelah perubahan politik dan rencana ekspor kembali) menjadi faktor yang menahan minyak agar tidak naik “liar”. Jadi untuk saat ini, minyak tetap menguat—tapi jalannya masih tarik-menarik antara risiko pasokan dan harapan suplai tambahan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id