Harga Minyak Tenang di Dekat Low Sebulan
Harga minyak bergerak stabil pada Rabu (26/11) setelah sehari sebelumnya sempat jatuh ke level terendah dalam satu bulan. Kontrak Brent berada di sekitar US$62,35 per barel dan WTI di kisaran US$57,88 per barel. Analis menilai pasar masih condong ke arah pelemahan karena pelaku pasar mulai menghitung risiko kelebihan pasokan pada 2026, sementara belum ada pemicu permintaan yang cukup kuat untuk menahan harga.
Tekanan harga juga datang dari perkembangan positif dalam upaya damai Rusia–Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada para pemimpin Eropa bahwa ia siap melanjutkan kerangka perdamaian yang didukung AS, dengan hanya beberapa poin perbedaan yang tersisa. Jika kesepakatan benar-benar tercapai dan sanksi energi Barat terhadap Rusia dikendurkan, analis memperkirakan harga WTI berpotensi turun ke kisaran US$55 per barel.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu kejelasan lebih lanjut. Analis menilai risiko masih cenderung ke arah penurunan harga selama pembicaraan damai terus maju. Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan timnya untuk bertemu terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Ukraina, sementara seorang pejabat Ukraina menyebut Zelenskiy bisa segera berkunjung ke AS untuk memfinalkan kesepakatan.
Di sisi lain, Inggris, Eropa, dan AS justru baru saja memperketat sanksi terhadap Rusia, dan pembelian minyak Rusia oleh India diperkirakan turun ke level terendah tiga tahun pada Desember.
Kombinasi ekspektasi kelebihan pasokan dan potensi kembalinya lebih banyak minyak Rusia ke pasar global membuat harga minyak sulit naik tinggi dalam jangka pendek. (yds)
Sumber: Reuters.com