Minyak Anjlok, Pasar Kaget oleh Kabar Deal Damai Ukraina
Harga minyak jatuh sekitar 2% pada perdagangan Selasa (25/11) setelah sejumlah media AS melaporkan bahwa Ukraina telah menyetujui kerangka kesepakatan damai.
Kontrak berjangka Brent turun US$1,22 atau 1,9% ke sekitar US$62,15 per barel, sementara WTI melemah US$1,21 atau 2,1% ke kisaran US$57,63 per barel pada pukul 14.17 GMT. Padahal, sehari sebelumnya kedua acuan ini sempat naik 1,3% karena pasar meragukan tercapainya kesepakatan damai.
Laporan dari ABC News dan CBS News menyebutkan seorang pejabat AS mengatakan Ukraina telah sepakat dengan syarat-syarat deal potensial. Pejabat Ukraina yang dikutip Reuters menegaskan Kyiv mendukung “esensi” kerangka perdamaian hasil pembicaraan di Jenewa, namun beberapa poin paling sensitif masih harus dibahas langsung oleh Presiden Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Donald Trump. Zelenskiy bahkan disebut bisa berkunjung ke AS dalam beberapa hari ke depan untuk memfinalkan kesepakatan.
Meski begitu, analis mengingatkan bahwa kesepakatan sejati tetap butuh persetujuan Rusia, yang hingga kini belum jelas sikap resminya.
Jika deal damai tercapai dan sanksi terhadap Rusia mulai dilonggarkan, pasar khawatir pasokan minyak Rusia yang sebelumnya terbatasi bisa kembali mengalir deras dan memperparah potensi kelebihan pasokan. Memang, untuk prospek 2026, banyak proyeksi menunjukkan pertumbuhan suplai minyak berpotensi melampaui kenaikan permintaan.
Kekhawatiran oversupply inilah yang belakangan ikut menekan sentimen di pasar minyak, sehingga kabar deal Ukraina langsung memicu aksi jual lanjutan.(yds)
Sumber: Reuters.com