Pasar Minyak Was-Was!
Harga minyak kembali jatuh setelah mencatat penurunan mingguan terbesar sejak awal Oktober. Pasar kini menilai peluang tercapainya kesepakatan damai Ukraina–Rusia yang berpotensi membuka tambahan pasokan minyak ke pasar global, yang sudah kelebihan suplai. Brent turun menuju $62 per barel, sementara WTI bergerak di bawah $58 setelah pembicaraan AS–Ukraina pada akhir pekan mengisyaratkan bahwa batas waktu kesepakatan bisa mundur ke pekan depan.
Koreksi minyak yang terus berlanjut tahun ini membuat kontrak berjangka menuju penurunan bulanan keempat berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2023. Sentimen semakin tertekan oleh produksi global yang meningkat, termasuk dari OPEC+, dan proyeksi IEA yang memperkirakan surplus rekor pada 2026. Pasar kini fokus pada apakah kesepakatan damai benar-benar terwujud dan apakah sanksi terhadap Rusia akan dilonggarkan.
Analis menilai jika sanksi dicabut, kelebihan pasokan global bisa memburuk. Robert Rennie dari Westpac mengatakan Brent kemungkinan sulit menembus $65 dan berpotensi lebih rendah tahun depan, dengan pasar jangka pendek akan bergerak mengikuti perkembangan komentar dari Eropa, Ukraina, dan AS. Pada awal sesi Asia, Brent turun 0,5% ke $62,23 per barel dan WTI melemah 0,6% ke $57,73 per barel.(Asd)
Sumber : Newsmaker.id