• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 November 2025 22:04  |

AS Dorong Damai Ukraina, Minyak Malah Lanjut Nyungsep

Harga minyak dunia kembali turun pada Jumat (21/11), memperpanjang pelemahan ke sesi ketiga berturut-turut. Tekanan datang dari upaya Amerika Serikat mendorong kesepakatan damai Rusia–Ukraina yang dinilai bisa menambah pasokan minyak ke pasar global, sementara ketidakpastian soal arah suku bunga membuat investor enggan ambil risiko.

Kontrak Brent turun sekitar 1,6% ke kisaran $39 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 1,9% ke sekitar $57,90 per barel. Secara mingguan, kedua kontrak tersebut diperkirakan turun lebih dari 2% dan menghapus kenaikan minggu lalu.

Sentimen pasar berbalik bearish setelah Washington mendorong rencana perdamaian untuk mengakhiri perang tiga tahun antara Rusia dan Ukraina, di saat yang sama sanksi AS terhadap produsen minyak Rusia Rosneft dan Lukoil mulai berlaku.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bersedia bekerja sama dengan AS untuk mencari jalan mengakhiri perang. Kabar ini sempat dipandang pasar sebagai sedikit “lega” terhadap risiko gangguan pasokan minyak Rusia, terutama setelah sanksi resmi aktif.

Namun, sejumlah analis mengingatkan bahwa jalan menuju kesepakatan damai masih jauh. ANZ menilai, peluang tercapainya kesepakatan masih “jauh dari pasti” karena Kyiv berulang kali menolak tuntutan Rusia yang dianggap tidak bisa diterima. Pasar juga mulai ragu bahwa sanksi terbaru terhadap Rosneft dan Lukoil akan benar-benar efektif memangkas pasokan, apalagi Lukoil masih diberi waktu hingga 13 Desember untuk melepas portofolio internasionalnya yang besar.

Faktor lain yang menekan harga minyak adalah penguatan dolar AS. Mata uang ini bersiap menorehkan pekan terbaiknya dalam lebih dari sebulan, seiring ekspektasi bahwa Federal Reserve kecil kemungkinan memangkas suku bunga bulan depan.

Analis OANDA Kelvin Wong mengutip data CME FedWatch yang menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga Desember sudah turun tajam menjadi sekitar 35%, dari sekitar 90% sebulan lalu. Suku bunga yang berpotensi tetap tinggi membuat selera risiko melemah dan komoditas berdenominasi dolar, seperti minyak, terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Source: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai