Damai Semakin Dekat, Minyak Dunia Tajam!
Harga minyak dunia melemah setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sepakat untuk mulai mengerjakan rencana perdamaian, sementara di saat yang sama sanksi AS terhadap dua raksasa minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, resmi berlaku pada Jumat. Brent turun untuk hari ketiga dan diperdagangkan di bawah $63 per barel, sedangkan WTI bergerak di dekat $58 per barel. Rencana damai yang disusun AS dan Rusia itu disebut mencakup kemungkinan Ukraina menyerahkan wilayah dan pencabutan sanksi, meski diplomat Eropa masih ragu karena menilai Rusia sering tampak kooperatif ketika sedang ditekan.
Jika pembicaraan damai benar-benar maju dan sanksi dicabut, pasar bisa dibanjiri tambahan pasokan di tengah proyeksi surplus besar tahun depan. OPEC+ dan produsen lain, terutama dari Amerika, sudah lebih dulu meningkatkan produksi, sehingga prospek ini mendorong sentimen bearish dan menempatkan harga minyak di jalur penurunan tahunan. Meski begitu, sejumlah analis menilai reaksi pasar saat ini masih lebih bersifat “knee-jerk”, alias respons spontan jangka pendek, ketimbang perubahan tren yang benar-benar permanen.
Di sisi lain, sanksi yang baru berlaku bisa membuat hampir 48 juta barel minyak Rusia tertahan di laut karena sulit terserap pasar. Kilang-kilang di India yang selama ini mengandalkan minyak Rusia murah kini mulai mencari sumber lain; Reliance Industries bahkan berencana berhenti mengolah sebagian minyak Rusia di kilang Jamnagar. Pada perdagangan terakhir, Brent kontrak Januari turun sekitar 1,4% ke $62,50 per barel, sementara WTI kontrak Januari melemah 1,6% ke $58,07 per barel.
Sumber : Newsmaker.id