• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 November 2025 20:54  |

Stok Minyak AS Bengkak, Kekhawatiran Geopolitik Malah Reda?

Harga minyak dunia tergelincir cukup tajam setelah laporan terbaru menunjukkan kenaikan besar pada persediaan minyak mentah di Amerika Serikat. Brent sempat turun menembus US$63 per barel dan mencatat penurunan harian terdalam dalam sepekan.

Data dari American Petroleum Institute (API) melaporkan stok minyak mentah AS naik sekitar 4,4 juta barel, yang berpotensi membawa persediaan di tangki komersial ke level tertinggi dalam lebih dari lima bulan jika dikonfirmasi data resmi.

Kenaikan stok ini dinilai bisa menjadi bantalan terhadap risiko gangguan pasokan akibat sanksi AS terhadap produsen Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang akan segera berlaku dalam beberapa hari ke depan. Sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya menekan Moskow terkait perang di Ukraina. Laporan Axios yang menyebut Washington dan Kremlin sempat membahas rencana baru soal minyak juga ikut meredakan kekhawatiran pasar, meski pihak Rusia membantah adanya pembicaraan resmi.

Secara tren, harga minyak memang sudah dalam fase melemah sepanjang tahun ini, termasuk tiga bulan penurunan beruntun hingga Oktober. Kekhawatiran utama pasar adalah skenario di mana pasokan global jauh melampaui permintaan. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memproyeksikan potensi kelebihan pasokan (glut) rekor tahun depan, seiring membengkaknya produksi baik dari dalam aliansi OPEC+ maupun negara-negara di luar kartel.

Secara teknikal, harga minyak juga tertekan karena gagal menembus moving average 50 hari dalam beberapa sesi terakhir. Pada Selasa, harga Brent sempat mendekati level teknikal penting itu hanya terpaut dua sen, sebelum berbalik turun tajam pada Rabu. Kegagalan menembus area resistance teknikal ini menambah alasan bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi jual.

Di sisi lain, setelah penutupan sementara pemerintahan AS, pelaku pasar juga bersiap menghadapi deretan data yang sempat tertunda. Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) akan kembali merilis laporan posisi spekulan (Commitments of Traders), dengan jadwal percepatan hingga dua rilis per minggu sampai kalender kembali normal pada 23 Januari.

Semua kombinasi faktor ini membuat pasar minyak berada dalam posisi serba tanggung: dibayangi cerita surplus pasokan, sementara risiko geopolitik justru terasa sedikit lebih “jinak” karena stok AS yang membengkak.(yds)

Sumber: Bloomberg.com

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai