Minyak Turun Ditengah Sentimen Kelebihan Pasokan
Harga minyak melemah pada Rabu (19/11) setelah laporan industri menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia. Data tersebut semakin menguatkan kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan, meskipun penurunan harga terbatas oleh sanksi terhadap minyak Rusia.
Kontrak berjangka minyak Brent turun 22 sen, atau 0,3%, menjadi US$64,67 per barel pada pukul 07.30 GMT, setelah naik 1,1% pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 17 sen, atau 0,3%, ke US$60,57 per barel, setelah naik 1,4% pada Selasa.
Stok minyak mentah dan bahan bakar AS naik pada pekan lalu, menurut sumber pasar pada Selasa malam yang mengutip data American Petroleum Institute (API). Persediaan minyak mentah naik 4,45 juta barel pada pekan yang berakhir 14 November, sementara stok bensin bertambah 1,55 juta barel dan persediaan distilat meningkat 577.000 barel, menurut API.
“Secara keseluruhan, laporan tersebut cenderung bersentimen bearish,” kata para analis komoditas ING. Namun mereka mengingatkan bahwa “pelaku pasar tampaknya lebih khawatir terhadap risiko pasokan daripada peluang surplus ke depan.” Sanksi AS terhadap produsen utama Rusia, Rosneft dan Lukoil, menetapkan tenggat 21 November bagi perusahaan-perusahaan untuk mengakhiri kerja sama mereka dengan kedua perusahaan tersebut.
Pada Senin, Departemen Keuangan AS mengatakan sanksi yang sudah menekan pendapatan minyak Rusia itu diperkirakan juga akan membatasi volume ekspornya. Para pembeli minyak di China dan India sudah mulai beralih ke pemasok alternatif.
Sementara ujar Emril Jamil, analis senior minyak di LSEG “Harga acuan saat ini bergerak dalam kisaran sempit. Pasar mengawasi dampak sanksi 21 November, meskipun tekanan turun tetap ada di latar belakang karena sentimen kelebihan pasokan,”. Harga minyak sempat menguat pada Selasa ketika investor menimbang dampak sanksi AS dan serangan Ukraina terhadap kilang dan terminal ekspor Rusia yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah dan bahan bakar.
Kekhawatiran terhadap pasokan Rusia tersebut diimbangi oleh proyeksi sejumlah analis bahwa produksi minyak global saat ini melebihi permintaan, yang menekan harga.
Pasca serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi dan pelabuhan Rusia, margin keuntungan solar di Eropa melonjak dan pada Selasa mencapai level tertinggi sejak September 2023, seiring meningkatnya margin kilang secara global.
Sumber: Reuters.com