Emas Naik Malu-Malu, Apa Sebenarnya yang Ditunggu Investor?
Harga emas naik tipis pada hari Senin (30/06), didorong oleh pelemahan Dolar AS. Emas spot menguat 0,3% menjadi $3.284,49 per ons setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sebulan di awal sesi. Meskipun selera risiko di pasar saham sedang naik, daya tarik emas tetap kuat karena investor menanti data pekerjaan AS yang bisa menentukan arah suku bunga The Fed ke depan.
Apa penyebab kenaikan emas kali ini? Melemahnya dolar jadi faktor utama. Karena emas dihargai dalam Dolar AS, ketika dolar turun, harga emas jadi relatif lebih murah bagi pembeli dari luar AS. Selain itu, pernyataan Presiden Donald Trump yang terus mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga juga membuat pasar semakin yakin pemangkasan bisa terjadi lebih cepat.
Namun, kenaikan emas masih terbatas karena pasar saham global juga sedang naik, didorong oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah dan kabar baik dari negosiasi dagang AS-Kanada. Kanada bahkan membatalkan pajak layanan digital sebagai bagian dari upaya memperlancar pembicaraan. Hal ini meningkatkan selera risiko investor yang sempat beralih ke safe haven seperti emas.
Ke mana arah emas selanjutnya? Semua mata kini tertuju pada data pekerjaan AS, khususnya laporan ADP hari Rabu dan nonfarm payrolls hari Kamis. Jika datanya lemah, peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed makin besar. Dan seperti yang kita tahu, suku bunga rendah biasanya jadi kabar baik untuk emas, karena logam ini tak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Sumber: (ayu-newsmaker)