Emas Bertahan Mendekati Tertinggi Selama 4 Pekan!
Harga emas (XAU/USD) menarik minat beli saat pelemahan pada sesi Asia Kamis (16/04), sehingga memangkas sebagian besar penurunan dari puncak hampir empat pekan pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi ketika pasar tetap menilai peluang diplomasi terkait Iran masih terbuka, yang menekan dolar AS dan memberi dukungan pada aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Saat ini emas tercatat naik 0,19% sebesar US$4.833 per ons setelah turun 1,1% pada sesi sebelumnya. Sentimen pasar didorong pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut perang dengan Iran berpotensi segera berakhir, serta optimisme Gedung Putih bahwa kesepakatan dapat tercapai. Laporan juga menyebut prospek putaran kedua pembicaraan damai AS–Iran dalam hitungan hari, yang menjaga risk appetite tetap kuat meski mengurangi premi safe haven.
Di sisi makro, meredanya harga minyak—yang masih dekat level terendah tiga minggu—ikut menurunkan kekhawatiran inflasi. Data Producer Price Index (PPI) AS yang dirilis pekan ini juga dinilai meredakan kekhawatiran dampak inflasi dari lonjakan energi terkait perang, sehingga ekspektasi The Fed untuk tetap hawkish melemah dan menopang emas.
Pelemahan dolar menjadi kanal transmisi utama. Indeks dolar (DXY) disebut turun ke level terendah sejak akhir Februari, sementara pasar mulai kembali menilai peluang pelonggaran kebijakan, dengan FedWatch CME menempatkan akhir 2026 sebagai jendela utama untuk potensi penurunan suku bunga. Penurunan daya tarik dolar dan turunnya imbal hasil ekspektasian meningkatkan ruang bagi emas untuk bertahan kuat.
Namun, risiko geopolitik masih membatasi arah harga. Blokade laut AS atas pelabuhan Iran yang diberlakukan setelah pembicaraan di Islamabad berakhir tanpa terobosan disebut sudah diterapkan penuh, dan Iran memperingatkan dapat menghentikan perdagangan di kawasan Teluk bila blokade tidak dicabut. Iran juga dikabarkan menuntut penghentian serangan Israel di Lebanon sebagai prasyarat pembicaraan lanjutan, sementara PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tidak berkomitmen pada gencatan senjata dan menginstruksikan penguatan zona keamanan—membuat risiko tetap ada, menopang dolar di sisi defensif dan membatasi kenaikan emas lebih jauh. (asd)
Sumber: Newsmaker.id