Gold Weakens as US-Iran Tensions Fuel Oil Surge and Lift Yields
Harga emas turun lebih dari 2% pada Kamis (26/3) dan diperdagangkan di sekitar $4.470 per ons, mendekati level terendah sejak awal Januari. Pelemahan terjadi ketika ketegangan AS–Iran meningkat dan mendorong harga minyak naik, memicu kembali kekhawatiran inflasi sekaligus membuat investor semakin meninggalkan harapan pemangkasan suku bunga AS tahun ini.
Iran kembali menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington. Namun Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran “memohon” untuk mencapai kesepakatan, meski ia juga mempertanyakan apakah AS masih “bersedia” membuat kesepakatan saat ini. Pesan yang saling bertolak belakang ini menambah ketidakpastian dan membuat pasar kembali bergerak defensif.
Di tengah situasi tersebut, dolar AS dan yield US Treasury menguat karena investor menilai risiko inflasi meningkat dan jalur kebijakan moneter bisa bertahan ketat lebih lama. Pasar kini mematok probabilitas sekitar 38% untuk kenaikan suku bunga hingga Desember, serta 93% peluang suku bunga tidak berubah pada rapat The Fed bulan April. Hanya sekitar 3% pelaku pasar yang masih memperkirakan pemangkasan suku bunga pada Desember—berbalik tajam dari ekspektasi sebelum konflik yang sebelumnya menilai setidaknya akan ada dua kali pemangkasan pada 2026.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id