CHF/USD Cenderung Menguat saat Pasar Kembali Cari Aset Aman
CHF/USD diperdagangkan dengan nada hati-hati pada Kamis, dengan franc Swiss tetap mendapat dukungan dari statusnya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian Timur Tengah. Saat pasar global kembali defensif karena sinyal yang masih campur aduk soal jalur diplomasi Iran, minat terhadap mata uang aman seperti franc Swiss dan dolar AS cenderung bertahan. FXStreet juga menyoroti bahwa franc termasuk mata uang yang biasanya menguat saat sentimen pasar bergerak risk-off.
Dari sisi fundamental, kekuatan franc saat ini juga membuat Swiss National Bank semakin waspada. Reuters melaporkan bahwa SNB telah meningkatkan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menahan penguatan franc yang berlebihan. Sikap ini muncul karena franc yang terlalu kuat dapat menekan harga impor dan membuat inflasi Swiss makin sulit bergerak menuju target 0%–2%. SNB sendiri pekan lalu mempertahankan suku bunga acuannya di 0%, sambil mengakui bahwa konflik Timur Tengah telah menambah tekanan safe-haven pada franc.
Di saat yang sama, arah CHF/USD juga dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS. Reuters mencatat dolar sempat melemah terhadap beberapa mata uang utama, termasuk franc Swiss, karena pasar menilai bank sentral di luar AS cenderung lebih hawkish di tengah lonjakan harga energi. Namun pergerakan pasangan ini tetap tidak sederhana, sebab dolar juga masih bisa mendapat dukungan ketika pasar kembali menghindari risiko. Artinya, CHF/USD saat ini bergerak di tengah tarik-menarik antara dua mata uang safe haven, dengan franc ditopang arus perlindungan dan dolar dipengaruhi yield serta ekspektasi kebijakan The Fed.
Untuk jangka pendek, pasar perlu memperhatikan apakah ketegangan geopolitik tetap tinggi sehingga franc terus diminati, atau justru muncul pernyataan baru dari SNB yang menahan penguatan lebih lanjut. Selain itu, arah dolar AS, yield Treasury, dan perkembangan harga energi juga akan sangat menentukan. Selama sentimen risk-off belum reda, franc Swiss berpeluang tetap kuat, tetapi ruang penguatannya bisa dibatasi jika pasar mulai melihat kemungkinan intervensi SNB yang lebih aktif.
Penyebab:
1. Franc Swiss tetap diburu sebagai aset aman di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah.
2. SNB meningkatkan kesiapan intervensi karena penguatan franc dinilai sudah terlalu kuat bagi stabilitas harga Swiss.
3. Dolar AS bergerak campuran, sehingga CHF/USD dipengaruhi kombinasi arus safe haven, yield, dan ekspektasi suku bunga.
Hal yang harus diperhatikan:
1. Perkembangan terbaru konflik Iran, karena itu bisa langsung mengubah permintaan terhadap franc dan dolar.
2. Nada baru dari SNB soal intervensi atau suku bunga, karena itu bisa membatasi penguatan franc.
3. Arah dolar AS dan yield Treasury, karena keduanya akan menentukan apakah CHF/USD bisa lanjut menguat atau justru tertahan.(CP)
Sumber: Newsmaker.id