• Mon, Mar 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 March 2026 16:54  |

Emas Tertekan, Hormuz Macet dan The Fed Makin “Hawkish”

Harga emas turun ke bawah US$5.000 per troy ounce pada Senin (16/3), memperpanjang tekanan setelah dua pekan melemah, ketika perang di Timur Tengah memasuki minggu ketiga dan pasar menilai dampak inflasi dari harga minyak yang tetap tinggi. Kenaikan energi memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati melonggarkan kebijakan, mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Minyak berfluktuasi di atas US$100 per barel, sementara ketidakpastian durasi perang membuat pelaku pasar kesulitan mengukur dampak ke ekonomi. Seorang ajudan Presiden AS Donald Trump menyebut konflik bisa berlangsung empat hingga enam pekan, di tengah sinyal yang berubah-ubah: Trump mengatakan Iran ingin membuat kesepakatan namun Washington menginginkan syarat yang lebih baik, sementara Teheran menyatakan tidak meminta pembicaraan atau gencatan senjata.

Akhir pekan, AS menyerang pusat ekspor minyak utama Iran dan Teheran melanjutkan serangan terhadap infrastruktur energi di berbagai negara Teluk Persia. Pelayaran di Selat Hormuz tetap nyaris berhenti, menambah risiko pasokan di jalur yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima minyak dunia dan LNG seaborne. Saluran transmisi ke emas terjadi lewat inflasi: energi lebih mahal mengerek tekanan harga, membuat ruang pemangkasan suku bunga menyempit, dan meningkatkan biaya peluang memegang emas.

Di sisi data, belanja konsumen AS pada Januari hanya naik tipis menurut rilis Jumat, sementara sentimen konsumen turun ke level terendah tiga bulan karena kekhawatiran dampak konflik terhadap harga bensin. Pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga pada rapat The Fed pekan ini nyaris tidak ada.

Meski momentum kenaikan tertahan, emas masih naik lebih dari 15% tahun ini. UBS menilai emas lebih berperan sebagai lindung nilai terhadap dampak ekonomi dan moneter dari konflik—seperti pelemahan mata uang, defisit yang membesar, dan perlambatan—ketimbang ancaman perang secara langsung, sehingga narasi stagflasi berpotensi tetap memberi penopang jangka menengah.

Pad pukul 09.24 London, spot gold turun 0,6% ke sekitar US$4.987 per ons. Perak turun 2,2% ke US$78,79, platinum menguat, dan palladium relatif stabil. Indeks dolar Bloomberg turun 0,2% setelah naik lebih dari 1% pekan lalu. (Arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai