Emas Kesulitan Naik, Minyak yang Tinggi Ubah Arah Ekspektasi The Fed
Emas cenderung melemah tipis / bergerak datar pada Kamis sore WIB, karena dolar AS menguat dan pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed makin terbatas di tengah shock energi. Reuters mencatat spot gold bergerak flat–sedikit turun di sekitar area $5.177/oz pada sesi Eropa setelah sempat lebih lemah di pagi hari.
Tekanan utama datang dari kombinasi dolar yang lebih kuat dan kekhawatiran inflasi ke depan. Minyak kembali melonjak dan serangan terbaru di kawasan Teluk menjaga pasar dalam mode “inflationary war”, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga cepat kembali dipangkas. Dalam kondisi begini, emas (aset non-yielding) sering kalah oleh narasi yield/biaya pinjaman dan USD strength, walau konflik geopolitik biasanya mendukung safe-haven.
Yang bikin emas tidak langsung “meledak” sebagai safe haven adalah fakta bahwa shock energi mendorong pasar membayangkan suku bunga bisa bertahan lebih tinggi lebih lama, sementara dolar menjadi tempat parkir likuiditas. Pada saat yang sama, volatilitas tinggi membuat sebagian pelaku pasar juga menjadikan emas sebagai sumber likuiditas ketika perlu menutup risiko di aset lain—membatasi ruang reli.
Ringkas Newsmaker: di jam-jam sore WIB ini, emas masih bergerak defensif—ditahan oleh dolar dan tema inflasi energi, sementara headline perang tetap jadi “lantai” yang mencegah emas jatuh terlalu dalam. Arah berikutnya sangat tergantung apakah minyak tetap panas dan apakah dolar lanjut menguat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id