Emas Naik Lebih 1%, Dolar Melemah Usai Sinyal De-eskalasi
Harga emas naik pada Selasa (10/3) seiring pelemahan dolar AS, ketika pasar menilai komentar terbaru terkait peluang de-eskalasi perang AS–Israel dengan Iran. Spot gold naik sekitar 1,2% ke US$5.200,29 per ons, sementara kontrak emas AS April menguat 2,1% ke US$5.210,70.
Penguatan emas terjadi saat dolar terkoreksi dari reli sebelumnya. DXY berada di sekitar 98,76, turun sekitar 0,41% pada hari itu, membuat emas lebih “terjangkau” bagi pembeli non-USD.
Di sisi geopolitik, pasar tetap menimbang ketidakpastian durasi konflik. Presiden Donald Trump menyatakan perang bisa mendekati akhir, namun tidak menyertakan kerangka waktu yang jelas dan tetap memberi peringatan keras terkait risiko blokade Selat Hormuz. Iran menolak klaim tersebut dan menyatakan akan melanjutkan blokade hingga serangan berhenti, menjaga premi risiko jalur energi tetap tinggi.
Kenaikan emas juga dibentuk tarik-menarik inflasi energi dan ekspektasi suku bunga. Turunnya harga minyak pada sesi ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi jangka dekat, tetapi pasar masih melihat risiko energi sebagai faktor yang dapat mengubah arah kebijakan bank sentral jika konflik berkepanjangan. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id