Emas Anjlok Usai Reli 4 Hari, Dolar & Yield Naik Saat Perang Timur
Harga emas terkoreksi tajam setelah reli empat hari, ketika pasar menilai dampak perang Timur Tengah terhadap prospek dolar AS yang lebih kuat dan inflasi yang berpotensi lebih tinggi. Pada sesi Eropa, emas spot tercatat turun 3,8% ke $5.118,50 per ons pada 11:36 waktu London, menandai pembalikan cepat setelah minat safe-haven sempat mendominasi di awal eskalasi konflik.
Tekanan utama datang dari kombinasi penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS, yang meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Indeks dolar (DXY) berada di kisaran 99,17 (+0,67%), sementara pasar suku bunga bergeser—ekspektasi pemangkasan Fed kini lebih condong ke September, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Gejolak juga menyapu logam mulia lain. Perak ikut terpukul, dengan Reuters mencatat penurunan hingga sekitar 6,5% ke $83,63/oz pada perdagangan Selasa, mempertegas bahwa aksi jual bersifat luas dan tidak hanya terjadi pada emas. Dalam fase risk-off, tekanan likuidasi untuk memenuhi margin call di aset lain sering membuat pelaku pasar melepas posisi logam mulia—bahkan ketika tensi geopolitik meningkat.
Dari sisi fundamental, pasar kembali fokus pada jalur inflasi: perang yang mendorong harga energi dapat menular ke data inflasi dan menahan Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Indikator aktivitas manufaktur AS juga menunjukkan kenaikan harga input yang menguat, memperkuat narasi bahwa tekanan harga belum benar-benar reda—sebuah kombinasi yang biasanya menopang dolar dan menekan emas.
Meski demikian, ketegangan geopolitik tetap menjadi “lantai” bagi emas secara struktural. Sejumlah analis menilai, bila konflik berlarut, emas masih berpotensi menguji ulang area puncak—namun jalurnya akan ditentukan oleh seberapa lama dolar tetap dominan sebagai safe-haven dan seberapa besar repricing suku bunga AS. Dengan volatilitas yang sudah tinggi dan likuiditas yang cenderung menipis saat pasar panik, pergerakan emas diperkirakan tetap liar dalam beberapa sesi ke depan.(alg)
Sumber: Newsmaker.id