Emas Tembus $5.400, Konflik Timur Tengah Dorong Safe Haven
Harga emas melonjak dan sempat menembus $5.400/ons pada Senin (2/3), mencetak rekor baru ketika eskalasi konflik di Timur Tengah memicu arus besar ke aset safe-haven. Lonjakan terjadi seiring peralihan pasar global ke instrumen yang dilindungi di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan volatilitas lintas aset.
Sentimen risk-off menguat setelah laporan serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran diikuti balasan balasan Teheran. Pasar juga memusatkan perhatian pada Selat Hormuz, jalur strategi yang menangani sekitar 20% arus minyak global, sehingga setiap gangguan—bahkan hanya potensi penutupan—langsung menaikkan premi risiko energi.
Peningkatan tajam minyak memperbesar gelombang inflasi baru: biaya energi yang lebih tinggi berpotensi mengurangi biaya produksi dan logistik, mendorong ekspektasi inflasi tetap “lengket”. Dalam skenario seperti ini, emas cenderung diuntungkan karena dipandang sebagai penyimpan nilai saat meningkat, sementara pasar saham—terutama sektor sensitif risiko—cenderung tertekan.
Dari sisi pasokan, OPEC+ melaporkan menyetujui kenaikan output yang relatif sederhana, namun langkah itu dinilai belum cukup untuk mengurangi premi risiko jika gangguan pengiriman di Teluk terus berlanjut. Dengan faktor geopolitik yang masih dominan dan pasar sangat didorong oleh headline, fokus investor tetap tertuju pada perkembangan konflik dan kelancaran arus energi—dua variabel yang akan menentukan apakah reli emas bertahan atau mulai mengalami fase profit-taking.(alg)
Sumber: Newsmaker.id