Emas Incar Kenaikan Bulanan Ke-7, Safe Haven Makin “Lekat”
Harga emas menguat pada Jumat (27/2) dan berada di jalur mencatat kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut, ditopang permintaan safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat serta tensi AS–Iran.
Spot gold naik 0,9% ke $5.232,21/ons, sementara gold futures AS (April) menguat 1,2% ke $5.253,20/ons. Sepanjang Februari, emas sudah naik sekitar 6,5%, memperpanjang reli tujuh bulan menjadi sekitar 58%.
Penguatan emas juga didukung turunnya imbal hasil obligasi AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam tiga bulan, sehingga “biaya peluang” memegang emas (yang tidak memberikan bunga) menjadi lebih kecil.
Dari sisi geopolitik, pembicaraan nuklir tidak langsung AS–Iran di Jenewa berakhir tanpa terobosan, meski mediator Oman menyebut ada kemajuan dan negosiasi akan berlanjut pekan depan pada level teknis di Wina. Situasi ini membuat risiko tetap ada, namun belum meningkat ke fase eskalasi baru—cukup untuk menjaga emas bertahan tinggi.
Faktor tarif juga ikut jadi “bahan bakar”. AS mulai menerapkan tarif impor global sementara 10%, dan menurut USTR Jamieson Greer tarif tersebut dapat naik menjadi 15% untuk sebagian negara—menambah ketidakpastian prospek perdagangan global.
Di pasar logam lain, perak melonjak 4,4% ke $92,20/ons dan berada di jalur kenaikan bulanan sekitar 6,2%. Platinum melesat 5,3% ke $2.393,80/ons (tertinggi 4 pekan), sementara paladium naik 1,5% ke $1.810,60/ons.(yds)
Sumber: Newsmaker.id