Emas Stabil Resiko AS - Iran Masih Berlanjut
Harga emas tipis dan bertahan hampir $5.200 per perdagangan Asia, seiring pasar menilai keputusan Amerika Serikat dan Iran untuk melanjutkan pembicaraan nuklir pekan depan. Meski mediator Oman menyebut ada “kemajuan signifikan”, sentimen tetap defensif karena penguatan kekuatan militer AS di Timur Tengah menjaga risiko konflik tetap hidup.
Emas sempat menguat pada sesi sebelumnya dan masih berada di jalur mencatat kenaikan mingguan. Namun, arah berikutnya masih sangat sensitif pada headline: Iran menyampaikan nada optimistis atas hasil diskusi Jenewa, sementara sumber yang memahami posisi AS menyebut delegasi Amerika meninggalkan pertemuan dengan rasa kecewa atas capaian yang dinilai belum memadai. Pembahasan teknis disebut akan berlanjut di Wina.
Dari sisi tren, reli emas sepanjang 2026 tetap solid. Reuters mencatat emas batangan naik 20% tahun ini dan sempat menyentuh rekor $5.594,82 pada 29 Januari, sebelum kembali stabil di area psikologis $5.000+. Pada hari Jumat, spot emas berada di kisaran $5.184–$5.185 dan berpeluang membukukan kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut.
Fokus pasar juga mengarah ke kebijakan The Fed: data ketenagakerjaan yang relatif stabil dan sinyal pejabat Fed yang masih hati-hati membuat suku bunga AS diperkirakan tetap ketat lebih lama—faktor yang bisa membatasi laju kenaikan emas, meskipun premi geopolitik dan memberlakukan tarif AS tetap menjadi penopang utama.(alg)
Sumber: Newsmaker.id