Emas Tertahan, Fokus Beralih ke Jenewa & Tarif AS
Harga emas bergerak relatif stabil pada Kamis (26/2), ditopang permintaan safe haven di tengah kegelisahan pasar terkait arah kebijakan tarif Amerika Serikat, sementara pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran berlangsung di Jenewa, Swiss.
Pada 08:55 waktu AS (13:55 GMT), spot gold naik tipis 0,1% ke $5.171,27 per ons, sedangkan gold futures AS turun 0,8% ke $5.186,66 per ons.
Pelaku pasar memantau perkembangan diplomatik seiring delegasi AS dan Iran melanjutkan perundingan mengenai program nuklir Teheran. Pasar menilai setiap indikasi kebuntuan atau eskalasi tensi dapat kembali mengangkat minat lindung nilai, sehingga emas berpotensi mendapat dorongan lanjutan.
Dari sisi kebijakan perdagangan, investor masih menghitung dampak tarif AS pasca putusan Mahkamah Agung yang mengubah pijakan hukum untuk sejumlah kebijakan dagang. Pengenaan pungutan global baru hingga 15% memperpanjang ketidakpastian prospek perdagangan, menjaga sentimen defensif tetap hidup, sekaligus membuat pasar sangat sensitif terhadap headline lanjutan dari Gedung Putih.
Sementara itu, data ekonomi terbaru menunjukkan klaim pengangguran awal (initial jobless claims) AS naik tipis 4.000 menjadi 212.000 untuk pekan yang berakhir 21 Februari. Angka ini belum mengubah gambaran besar, tetapi tetap menjadi input penting bagi pasar dalam membaca ruang gerak kebijakan moneter ke depan.
Sepanjang tahun ini, emas dinilai tetap solid karena kombinasi ketegangan geopolitik, pembelian bank sentral, dan arus diversifikasi portofolio. ING menilai emas telah memulihkan lebih dari setengah penurunan yang terjadi saat aksi jual tajam di akhir bulan lalu, sambil menegaskan risiko geopolitik masih menjadi faktor upside utama—terutama bila tensi yang melibatkan Iran meningkat.
Di sisi lain, Deutsche Bank menilai putusan Mahkamah Agung yang membatalkan skema tarif “reciprocal” Trump cenderung positif bagi emas, namun dampaknya marginal. Alasannya, pemerintah AS masih bisa mencari jalur hukum alternatif—termasuk Section 122—yang memungkinkan penerapan pungutan sementara, sehingga ketidakpastian tarif belum benar-benar hilang.
Untuk logam lain, pergerakan cenderung korektif setelah reli sebelumnya. Perak turun sekitar 4% ke $87,315 per ons, sementara platinum melemah sekitar 2,1% ke $2.282,95 per ons setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya.(yds)
Sumber: Newsmaker.id