Emas Naik Tipis Jelang Dialog Nuklir AS–Iran
Harga emas menguat tipis pada Kamis (26/2), ditopang permintaan aset safe haven di tengah kegelisahan pasar atas arah kebijakan tarif Amerika Serikat, sekaligus menjelang dimulainya pembicaraan nuklir penting antara Washington dan Teheran di Jenewa.
Pada 05:00 waktu AS (10:00 GMT), spot gold naik 0,5% ke $5.188,77 per ons, sementara gold futures AS turun 0,4% ke $5.204,49 per ons.
Perhatian pasar tertuju pada agenda pertemuan pejabat AS dan Iran yang akan membahas kembali program nuklir Teheran. Pelaku pasar menilai, sinyal kebuntuan negosiasi atau peningkatan tensi berpotensi memperkuat arus masuk ke emas, mengingat logam mulia kerap menjadi lindung nilai ketika risiko geopolitik meningkat.
Selain itu, investor masih menimbang dampak pengumuman tarif baru AS setelah putusan Mahkamah Agung yang mengubah pijakan hukum untuk sejumlah kebijakan dagang. Pengenaan pungutan global baru hingga 15% menambah ketidakpastian prospek perdagangan dunia dan menjaga sentimen defensif tetap hidup.
Pasar global juga menanti rilis data ekonomi AS pada hari yang sama, terutama klaim pengangguran mingguan, untuk membaca arah kebijakan moneter berikutnya. Hingga sejauh ini, harga emas sepanjang tahun tetap solid karena kombinasi ketegangan geopolitik, pembelian bank sentral, serta arus diversifikasi portofolio.
ING menilai emas telah memulihkan lebih dari setengah penurunan yang terjadi saat aksi jual tajam pada akhir bulan lalu. Menurut mereka, risiko geopolitik masih menjadi faktor upside utama, dan eskalasi yang melibatkan Iran berpeluang menambah dukungan sekaligus memperkuat peran emas sebagai pelindung terhadap guncangan.
Di sisi lain, logam mulia dan industri lain cenderung terkoreksi. Perak turun 4% ke $87,37 per ons setelah menguat lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Platinum melemah 1,5% ke $2.298,95 per ons usai melonjak lebih dari 5% pada Rabu. Sementara itu, tembaga LME turun tipis 0,1% ke $13.315 per ton, dan tembaga berjangka AS melemah 0,2% ke $6,0315 per pon.(yds)
Sumber: Newsmaker.id