Emas Koreksi dari Puncak 3 Pekan
Harga emas terkoreksi pada Selasa (24/2) dan memutus reli empat hari beruntun setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan. Pelemahan ini terjadi ketika pelaku pasar melakukan aksi ambil untung, sementara dolar AS menguat tipis di tengah meningkatnya kembali ketidakpastian kebijakan tarif AS.
Pada perdagangan siang, spot gold turun sekitar 1,6% ke $5.141,87/oz, sedangkan kontrak berjangka emas AS melemah 1,3% ke $5.159,06/oz. Koreksi terjadi setelah emas menguat agresif sehari sebelumnya, didorong lonjakan permintaan safe haven yang dipicu ketidakjelasan arah kebijakan perdagangan AS.
Penguatan dolar menjadi salah satu penekan utama. Indeks dolar AS menguat sekitar 0,3%, memantul dari pelemahan sehari sebelumnya. Dolar yang lebih kuat membuat emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan jangka pendek cenderung melunak.
Fokus pasar kembali tertuju pada isu tarif. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif besar yang sebelumnya diterapkan, pemerintah AS dengan cepat mengumumkan tarif baru hingga 15%, yang kembali memicu kekhawatiran eskalasi sengketa dagang. Trump juga memperingatkan negara yang dianggap “bermain-main” dengan perjanjian dagang berisiko menghadapi tarif lebih tinggi, memperkuat persepsi bahwa kebijakan tarif masih berpotensi berubah cepat.
Di sisi geopolitik, tensi Timur Tengah tetap menjadi faktor yang menjaga permintaan defensif. AS dan Iran dijadwalkan menggelar putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa pada Kamis, sementara tekanan militer dan ketegangan regional dinilai masih tinggi. Kondisi ini cenderung membuat emas tetap sensitif terhadap headline geopolitik meski sedang koreksi.
Sementara itu, perak bergerak berlawanan arah. Harga perak naik sekitar 0,8% ke $87,34/oz, memperpanjang tren penguatan beberapa sesi terakhir. Perbedaan arah ini menunjukkan investor masih selektif, dengan fokus pada dinamika masing-masing logam dan aliran spekulatif yang berbeda.
Meski emas melemah hari ini, UBS menegaskan pandangan positif terhadap emas dan memproyeksikan harga bisa naik ke $6.200/oz dalam beberapa bulan ke depan. UBS menilai pilar fundamental reli masih kuat: ketidakpastian geopolitik yang berpotensi memicu lonjakan volatilitas, serta prospek pelonggaran kebijakan moneter—dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang dapat menekan dolar dan real yield, sehingga memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.(yds)
Sumber: Newsmaker.id