Emas Terkoreksi, Profit-Taking Tekan Harga
Harga emas bergerak melemah pada perdagangan awal Selasa (24/2), dipicu aksi ambil untung (profit-taking) setelah reli beberapa sesi terakhir.
Kontrak berjangka emas di New York turun sekitar 0,7% ke $5.190,50 per troy ounce, seiring investor mengunci keuntungan di tengah volatilitas pasar.
Pelemahan juga dipengaruhi oleh penguatan moderat dolar AS, yang umumnya menekan komoditas berdenominasi dolar karena menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli di luar AS. Meski demikian, koreksi ini terjadi setelah emas sempat menembus $5.200 pada sesi sebelumnya.
Reli emas sebelumnya ditopang meningkatnya permintaan safe haven, terutama karena ketidakpastian arah kebijakan tarif impor AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kebingungan seputar kebijakan tarif Presiden Donald Trump menambah lapisan risiko baru bagi pasar global, sehingga minat defensif terhadap emas meningkat.
Namun, sejumlah analis menilai tren jangka menengah emas masih mendapat dukungan. MUFG, melalui analis Soojin Kim, menilai emas tetap kuat di atas $5.000/oz, dengan potensi kenaikan lanjutan apabila risiko geopolitik berlanjut, perdebatan mengenai independensi The Fed meningkat, serta investor terus mengalihkan sebagian portofolio dari obligasi pemerintah dan mata uang utama ke aset lindung nilai.(yds)
Sumber: Newsmaker.id