• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 February 2026 08:04  |

Volatilitas Tinggi Belum Reda, Emas Cari Arah Baru

Harga emas bergerak relatif stabil setelah mencatat penurunan selama dua hari beruntun, di tengah aktivitas perdagangan yang cenderung tipis karena banyak pasar Asia libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga lebih mudah berfluktuasi meski tanpa katalis besar.

Pada awal perdagangan, emas batangan berada di sekitar $4.880 per ons, setelah terkoreksi lebih dari 3% dalam dua sesi sebelumnya ketika dolar AS menguat. Perdagangan juga disebut masih bergejolak sejak terjadi aksi jual besar di awal bulan. Indeks utama dolar sempat naik hingga 0,4% pada Selasa sebelum memangkas kenaikannya.

Sebelumnya, reli kuat membawa emas mencetak rekor baru di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Namun, pasar dinilai “terlalu panas” dan berbalik tajam, dengan harga sempat turun hampir ke $4.400 hanya dalam dua sesi. Emas memang telah pulih sebagian, tetapi belum menemukan level penopang (support) yang jelas.

Sejumlah bank besar, termasuk BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan tren naik berpotensi berlanjut. Faktor pendukung yang disebut masih kuat antara lain ketegangan geopolitik yang meningkat, pergeseran minat dari obligasi dan mata uang tertentu, serta kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve.

Dalam jangka dekat, perhatian investor tertuju pada pernyataan pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan moneter AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas sempat menguat singkat pada Jumat ketika data inflasi yang moderat memperkuat alasan penurunan biaya pinjaman.

Dari sisi komentar kebijakan, Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap stabil “untuk beberapa waktu” hingga ada bukti lebih kuat bahwa inflasi bergerak menuju target 2%. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai masih ada peluang penurunan suku bunga tahun ini bila inflasi terus melandai. Pada pukul 08.51 di Singapura, emas spot nyaris tidak berubah di $4.880,18, perak turun 1% ke $72,83, platinum naik 0,9%, dan palladium naik 0,5%. Bloomberg Dollar Spot Index tercatat datar pada Rabu dan naik 0,2% sepanjang pekan ini.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

 

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai