• Tue, Jun 30, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 June 2026 03:52  |

Doha Jadi Ujian Baru Damai AS-Iran

Tim perunding Iran dan AS dijadwalkan berada di Doha pekan ini, tetapi kedua pihak masih berbeda pernyataan soal apakah pertemuan langsung akan benar-benar digelar. Situasi ini muncul setelah serangan rudal dari kedua negara pada akhir pekan kembali menguji rapuhnya gencatan senjata sementara untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung empat bulan.

Presiden AS Donald Trump mengirim menantunya, Jared Kushner, dan utusannya, Steve Witkoff, untuk memimpin tim negosiasi. Sementara itu, Iran juga mengirim delegasi teknis ke Qatar. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa kedatangan delegasi Iran tidak berkaitan dengan kunjungan pihak Amerika dan tidak ada jadwal perundingan langsung dengan AS dalam beberapa hari ke depan.

Perbedaan pernyataan ini menunjukkan bahwa kesepakatan 17 Juni masih sangat rapuh. Kesepakatan tersebut dibuat untuk memperpanjang gencatan senjata April, membahas program nuklir Iran, stok uranium yang diperkaya tinggi, serta membuka jalan menuju gencatan senjata permanen. Namun, prosesnya berjalan lambat karena kedua pihak saling menuduh melanggar ketentuan yang telah disepakati.

Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif dalam konflik ini. Setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, lalu lintas kapal di jalur tersebut sempat hampir berhenti total. Padahal, sebelum perang, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Penutupan jalur ini sempat mendorong harga minyak ke atas US$100 per barel, memicu kekhawatiran inflasi global, dan menambah tekanan politik terhadap Trump menjelang pemilu sela Kongres AS.

Dalam kesepakatan terbaru, Iran menyatakan akan berupaya menjamin keselamatan kapal tanker dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Namun, ketegangan kembali muncul setelah Iran mengatakan akan menghentikan kapal yang tidak mengikuti jalur pelayaran yang telah disetujui. Teheran juga berencana mengenakan biaya bagi kapal yang menggunakan selat tersebut setelah masa 60 hari berakhir, sebuah langkah yang membuat Washington marah.

Ketegangan meningkat setelah AS menuduh Iran menyerang setidaknya dua kapal komersial dengan rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir. AS kemudian membalas dengan menyerang fasilitas militer Iran pada akhir pekan. Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu pagi.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan sekitar US$6 miliar dari total US$12 miliar aset Iran yang dibekukan di Qatar akan segera dicairkan dan dikembalikan ke Iran. Ia menyebut nota kesepahaman tersebut sebagai kemenangan besar bagi rakyat Iran, terutama karena mencakup keringanan sanksi AS terhadap sektor minyak dan petrokimia Iran.

Harga minyak kembali naik pada Senin setelah ketegangan akhir pekan menunjukkan rapuhnya kesepakatan AS-Iran. Prancis juga mulai turun tangan, dengan Presiden Emmanuel Macron menyatakan akan bekerja sama dengan Oman dan mitra lainnya untuk membantu meredakan ketegangan serta mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, termasuk melalui upaya pembersihan ranjau.

Ketegangan AS-Iran juga berdampak pada upaya menghentikan konflik di Lebanon. Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, yang merupakan sekutu Hizbullah, meragukan kesepakatan yang dimediasi AS antara Lebanon dan Israel. Iran menegaskan bahwa penghentian permusuhan di Lebanon harus mencakup penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, sehingga proses damai di kawasan masih menghadapi jalan panjang.(arl)

Sumber: newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai