Emas Turun, Level US$4.000 Jadi Benteng
Harga emas merosot pada perdagangan Senin (29/6) setelah AS dan Iran sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain. Kesepakatan ini muncul setelah rangkaian serangan balasan di Timur Tengah kembali menguji rapuhnya gencatan senjata yang selama ini memicu tekanan inflasi global.
Emas sempat turun hingga 2,2% dan bergerak mendekati level US$4.000 per troy ounce, sebelum memangkas sebagian pelemahannya. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan damai dengan Iran dijadwalkan kembali digelar pada Selasa di Doha, Qatar.
Sejak perang dimulai pada akhir Februari, harga emas sudah turun lebih dari 23% dan sempat jatuh di bawah US$4.000 pada pekan lalu. Tekanan utama datang dari lonjakan harga energi akibat perang, yang membuat pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Meski begitu, kemampuan emas bertahan di atas US$4.000 menunjukkan masih ada pembeli yang mencoba mempertahankan level tersebut. Analis menilai emas mulai lebih tahan terhadap gejolak Timur Tengah, terutama setelah kenaikan sepanjang tahun ini sudah banyak terhapus dan investor jangka pendek mulai keluar dari pasar.
Pada pukul 16.34 waktu New York, harga emas spot turun 1,8% ke level US$4.016,97 per troy ounce. Perak melemah 1,5% ke US$58,29 per troy ounce, platinum juga turun, sementara palladium menguat. Di sisi lain, indeks dolar Bloomberg bergerak relatif stabil, sementara investor tetap mencermati data inflasi AS dan sinyal terbaru dari Federal Reserve.(arl)
Sumber: newsmaker.id