• Wed, Jul 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 June 2026 23:26  |

Hammack: The Fed Bisa Naikkan Suku Bunga Lagi

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, mengatakan bank sentral AS masih dapat menaikkan suku bunga jika inflasi tidak menunjukkan penurunan yang cukup meyakinkan. Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa The Fed belum sepenuhnya menutup ruang pengetatan kebijakan moneter pada tahun ini.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa (30/6), Hammack mengatakan dirinya akan tetap berpikiran terbuka dalam setiap keputusan suku bunga The Fed. Namun, ia menegaskan bahwa jika inflasi terus bertahan di level tinggi dan kebijakan saat ini tidak cukup menahan tekanan harga, bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk membawa inflasi turun.

Hammack menilai inflasi Amerika Serikat masih terlalu tinggi, terutama inflasi inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi. Ia juga menekankan bahwa masalah inflasi tidak hanya berasal dari harga energi, tetapi sudah menyebar ke sektor lain, termasuk jasa inti.

Salah satu perhatian utama Hammack adalah tingginya inflasi jasa inti. Kenaikan harga di sektor jasa dinilai lebih sulit turun karena berkaitan dengan upah, permintaan domestik, dan struktur biaya perusahaan. Kondisi ini membuat The Fed perlu berhati-hati sebelum menyimpulkan bahwa tekanan inflasi sudah benar-benar mereda.

Hammack juga menyoroti investasi besar-besaran di sektor artificial intelligence atau AI. Menurutnya, belanja modal yang kuat untuk teknologi dan infrastruktur AI ikut menciptakan tekanan naik terhadap inflasi, terutama melalui kebutuhan energi, chip, data center, dan tenaga kerja berkeahlian tinggi.

Dari sisi ekonomi, Hammack menilai pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih berada di sekitar kondisi full employment, sementara pertumbuhan ekonomi terlihat kuat. Jika data konsumsi tetap solid, ia menilai kebijakan The Fed saat ini mungkin belum cukup restriktif untuk menurunkan inflasi ke target 2%.

The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Namun, para pejabat bank sentral masih memperkirakan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun, seiring inflasi yang bertahan di atas target. Kondisi tersebut membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap komentar pejabat The Fed.

Dampaknya, dolar AS tetap mendapat dukungan dari ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Greenback bahkan menuju penguatan bulanan terbesar dalam hampir satu tahun. Dolar yang lebih kuat dapat menekan harga emas karena membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Bagi pasar emas, komentar Hammack menjadi sentimen negatif karena kenaikan suku bunga akan meningkatkan daya tarik aset berbunga seperti obligasi. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tertekan ketika yield naik dan ekspektasi kebijakan moneter semakin ketat.

Secara keseluruhan, pernyataan Hammack menunjukkan bahwa arah kebijakan The Fed masih sangat bergantung pada data. Jika inflasi inti dan jasa tetap tinggi, peluang kenaikan suku bunga dapat kembali membesar. Namun, jika data harga dan konsumsi mulai melemah, The Fed kemungkinan akan mempertahankan sikap hati-hati sebelum mengambil langkah berikutnya. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai