Emas Pulih Menjelang Data Inflasi AS
Emas berbalik menguat pada Jumat setelah terpukul keras sehari sebelumnya, ketika sebagian pelaku pasar melakukan aksi jual cepat untuk mengamankan likuiditas. Kali ini, pembeli “dip-buyers” mulai masuk menjelang rilis inflasi AS (CPI)—data yang biasanya jadi penentu arah ekspektasi suku bunga The Fed dan sentimen risk-on/risk-off di pasar global.
Di perdagangan terbaru, emas spot naik lebih dari 1% dan sempat menyentuh sekitar $4.969,85/oz. Rebound ini datang setelah emas anjlok sekitar 3% pada Kamis, seiring gejolak lintas aset yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap prospek laba sektor teknologi (tema AI) dan tekanan jual yang menyebar.
Kenaikan emas juga diikuti logam lain, menegaskan bahwa tekanan kemarin lebih mirip “forced selling” ketimbang perubahan fundamental jangka panjang. Perak melonjak sekitar 3,9% ke $78,11/oz, sementara platinum dan palladium ikut menguat. Namun, volatilitas tetap tinggi karena pelaku pasar masih menunggu apakah CPI akan menguatkan skenario pemangkasan suku bunga atau justru membuat jalurnya mundur lagi.
Intinya: pasar sekarang lagi masuk fase “validasi data”. Kalau CPI lebih panas dari perkiraan, dolar dan yield berpeluang dapat angin, dan emas bisa ketahan. Tapi kalau CPI lebih jinak, ruang pemulihan emas biasanya lebih lega—terutama setelah posisi pasar sempat “kebalik” akibat gelombang likuidasi kemarin.(alg)
Sumber: Newsmaker.id